Langkah anomali diambil oleh pabrikan otomotif asal Vietnam, VinFast, pada generasi terbaru SUV listrik andalan mereka, VinFast VF 8. Di tengah tren peluncuran mobil baru yang biasanya menawarkan dimensi lebih besar dan tenaga lebih kuat, produsen ini justru memangkas berbagai sektor mendasar.
Seperti dikutip dari Suara, VinFast memilih untuk membanting harga jual kendaraan ramah lingkungan ini secara signifikan daripada menaikkannya. Di negara asalnya, mobil ini sekarang dipasarkan mulai dari 999 juta Dong Vietnam atau berkisar di angka Rp620 jutaan.
Banderol tersebut mengalami penurunan yang cukup drastis jika dibandingkan dengan model terdahulu yang dipasarkan mulai 1,019 miliar Dong Vietnam. Kebijakan ini berdampak langsung pada penyesuaian sejumlah spesifikasi krusial kendaraan.
Perubahan yang paling mencolok terlihat pada sisi eksterior kendaraan yang tidak lagi mempertahankan gaya SUV bongsor seperti versi pertamanya. Dilansir dari Carscoops, bodi model terbaru ini sekarang memiliki panjang 4.701 milimeter yang membuatnya lebih pendek dari versi pendahulu.
Pemotongan ini tidak hanya menyasar panjang keseluruhan bodi kendaraan, tetapi juga berdampak pada jarak sumbu roda atau wheelbase yang ikut diperpendek. Penurunan ukuran sasis ini berpotensi membuat ruang kabin menjadi tidak seluas model sebelumnya.
Meski mengorbankan kelapangan interior, penyusutan dimensi ini diklaim memberikan keuntungan tersendiri bagi pengendara. Karakter pengendalian mobil menjadi lebih kompak dan lincah sehingga dinilai sangat cocok untuk bermanuver membelah jalanan perkotaan yang padat.
Pemangkasan Performa Mesin dan Daya Baterai
Penyesuaian banderol ke kisaran Rp620 jutaan juga menuntut adanya kompromi yang cukup besar pada sektor dapur pacu. Model terdahulu sempat memikat perhatian pasar otomotif global lewat performa buas yang mampu menghasilkan tenaga hingga menembus 400 daya kuda.
Kini, varian terbaru harus puas dengan pasokan tenaga yang menyusut menjadi 228 daya kuda saja. Daya tersebut disalurkan menuju sistem penggerak melalui motor listrik tunggal yang diletakkan pada roda bagian depan.
Kapasitas penyimpanan energi juga tidak luput dari pengurangan menyusul pemotongan performa mesin hingga hampir separuhnya tersebut. SUV listrik ini sekarang menggendong komponen baterai dengan kapasitas daya sebesar 60,13 kWh.
Walaupun mengalami penurunan spek kapasitas, pihak produsen mengklaim bahwa konfigurasi baru ini tetap dapat diandalkan untuk mobilitas harian. Kendaraan diklaim sanggup menempuh jarak maksimal hingga 500 kilometer dalam kondisi daya terisi penuh berdasarkan standar pengujian NEDC.
Kemampuan jarak tempuh tersebut dapat dipertahankan berkat adanya pembaruan pada desain aerodinamika di area fascia depan. Hal ini membantu mobil bergerak lebih efisien saat membelah angin.
Desain Kabin Minimalis Tanpa Tombol Fisik
Efisiensi biaya produksi juga diterapkan secara masif oleh produsen saat merancang area interior kendaraan. Sisi kabin mengadopsi pendekatan estetika yang sangat minimalis dengan menghilangkan mayoritas tombol fisik di bagian dasbor serta konsol tengah.
Sistem operasional kendaraan kini dialihkan dan dipusatkan pada perangkat layar sentuh tunggal yang memiliki ukuran sebesar 12,9 inci. Layar ini mengontrol hampir seluruh fungsionalitas mobil, mulai dari sistem hiburan hingga pengaturan pendingin udara atau AC.
Komponen layar besar tersebut dipadukan dengan panel instrumen digital berukuran ringkas yang dipasang tepat di hadapan pengemudi. Strategi merombak performa, ukuran, dan fitur kabin ini menjadi langkah realistis bagi produsen untuk bertahan di tengah gempuran perang harga mobil listrik global, terutama dari produsen asal Tiongkok.