Valve secara resmi telah merilis daftar tim yang mendapatkan undangan langsung atau direct invites untuk kompetisi Dota 2 paling bergengsi di dunia, The International (TI) 2026. Dalam pengumuman ini, terdapat tujuh tim yang dipastikan segera mengamankan posisi mereka di panggung utama tanpa harus melewati babak kualifikasi yang melelahkan.
Sementara itu, sembilan slot lainnya masih tersedia dan akan diperebutkan oleh banyak tim melalui jalur kualifikasi regional yang sengit. Selain mengenai daftar tim, Valve juga membagikan informasi krusial terkait jadwal pertandingan, sistem penjualan tiket, hingga rincian harga untuk para penggemar yang ingin menonton langsung di lokasi acara.
Menjelang pelaksanaan turnamen yang semakin dekat, tensi kompetisi di antara komunitas Dota 2 global mulai meningkat tajam. Semua mata kini tertuju pada persiapan para kontestan yang akan memperebutkan trofi ikonik Aegis of Champions pada edisi tahun ini.
Daftar Tujuh Tim yang Lolos Jalur Undangan Langsung
Sebagaimana tradisi di tahun-tahun sebelumnya, Valve menentukan tim undangan berdasarkan konsistensi performa serta pencapaian mereka di berbagai turnamen besar sepanjang musim. Tim-tim ini dianggap memiliki prestasi yang cukup stabil untuk layak bersaing langsung di turnamen kasta tertinggi tersebut.
Berikut adalah daftar tujuh tim yang mendapatkan tiket langsung menuju panggung The International 2026:
- Aurora Gaming: Tim ini menunjukkan performa yang sangat stabil dengan konsisten menempati posisi tiga besar dalam tiga turnamen ESL berbeda.
- Team Falcons: Datang dengan status sebagai juara bertahan TI, mereka tetap mendominasi kompetisi dengan hasil yang memuaskan sepanjang musim ini.
- Team Liquid: Organisasi besar ini berhasil mengoleksi tiga podium utama di turnamen besar, termasuk meraih gelar juara pada ajang Blast Slam VI.
- Team Yandex: Mereka sukses menarik perhatian setelah menjuarai PGL Wallachia 7 serta meraih posisi runner-up di turnamen Birmingham.
- Xtreme Gaming: Sebagai juara ESL Challenger, mereka akan menjadi perwakilan kuat sekaligus tim unggulan dari negara tuan rumah.
- Tundra Esports: Kesuksesan mereka meraih gelar juara di Birmingham serta DreamLeague Season 28 membuat posisi mereka sangat aman.
- BetBoom Team: Tim ini kembali membuktikan diri sebagai kekuatan besar yang patut diwaspadai berkat performa konsisten mereka di papan atas.
Sorotan utama tentu saja tertuju pada Team Falcons yang membawa misi besar untuk mempertahankan gelar juara mereka. Kehadiran tim-tim raksasa lainnya dipastikan akan membuat perebutan gelar tahun ini menjadi jauh lebih kompetitif dan sulit diprediksi.
Kontroversi Absennya Parivision dalam Daftar Undangan
Keputusan Valve tahun ini tidak luput dari perdebatan, terutama mengenai absennya nama Parivision dari daftar tim undangan langsung. Hal ini cukup mengejutkan banyak pihak mengingat Parivision baru saja mengangkat trofi juara di ajang DreamLeague Season 29 yang merupakan turnamen berskala besar.
Banyak pengamat dan penggemar berspekulasi bahwa Valve mungkin sudah merampungkan daftar undangan sebelum gelaran DreamLeague 29 berakhir. Hal tersebut menyebabkan prestasi terbaru Parivision belum sempat masuk dalam hitungan poin atau pertimbangan tim pemilih untuk jalur undangan langsung.
Situasi ini memicu diskusi hangat di kalangan komunitas mengenai transparansi dan waktu penilaian dalam sistem pemilihan direct invite. Parivision kini harus menempuh jalan yang lebih panjang melalui kualifikasi jika ingin membuktikan kapasitas mereka di panggung TI 2026.
Sembilan Slot Tersisa Lewat Kualifikasi Regional
Bagi tim yang belum beruntung mendapatkan undangan, harapan mereka kini bergantung pada babak kualifikasi regional. Sebanyak sembilan slot tambahan akan diberikan kepada para pemenang dari lima wilayah kompetitif yang berbeda di seluruh dunia.
Rincian pembagian slot dan daftar tim yang akan bertanding di babak kualifikasi adalah sebagai berikut:
| Wilayah (Region) | Jumlah Slot TI | Daftar Tim Unggulan di Kualifikasi |
|---|---|---|
| China | 2 Slot | Vici Gaming, Roar Gaming, Yakutou Brothers, Team Resilience (+4 Open Qualifier) |
| Eropa | 4 Slot | TEAM VISION, Team Spirit, MOUZ, Natus Vincere, Nigma Galaxy, Virtus.pro (+8 Open Qualifier) |
| Asia Tenggara (SEA) | 1 Slot | REKONIX, OG, Execration, Team Nemesis, GLYPH (+5 Open Qualifier) |
| Amerika Selatan | 1 Slot | LGD Gaming, PlayTime, Estar Backs, Red Hot Chilli Pibble, Amaru Gaming, Hokori (+4 Open Qualifier) |
| Amerika Utara | 1 Slot | GamerLegion (+3 Open Qualifier) |
Wilayah Eropa menjadi sorotan karena mendapatkan kuota slot terbanyak, mencerminkan betapa tingginya tingkat persaingan di sana. Sementara itu, wilayah Asia Tenggara diprediksi akan menyajikan pertarungan penuh kejutan dari tim-tim berkembang yang ingin menjatuhkan organisasi besar.
Informasi Harga Tiket dan Jadwal Pertandingan
Bagi para penggemar yang berniat hadir secara fisik, Valve telah merinci paket penjualan tiket untuk babak utama yang akan berlangsung selama empat hari. Babak tersebut mencakup pertandingan playoff selama dua hari kerja dan puncak acara di akhir pekan yang sangat dinantikan.
Harga tiket dibedakan berdasarkan kategori posisi duduk penonton dengan rincian sebagai berikut:
- Tiket Harian Kategori Rendah (Tier D): Dijual dengan harga mulai dari 60 USD atau sekitar Rp900 ribuan per hari.
- Paket Premium Akhir Pekan (Tier A): Merupakan kategori tertinggi dengan posisi duduk terdekat dari panggung utama seharga 460 USD.
- Akses Internasional: Harga paket tertinggi tersebut setara dengan lebih dari Rp7 juta rupiah jika dikonversi ke mata uang lokal.
- Jadwal Penjualan: Tiket resmi mulai bisa dipesan pada tanggal 10 Juni 2026 melalui kanal pembelian yang sudah ditentukan.
Sistem pembelian tiket akan dibedakan menjadi dua jalur utama, yakni bagi penonton domestik di China dan penonton internasional. Hal ini dilakukan untuk memastikan distribusi tiket berjalan lancar mengingat tingginya minat masyarakat global terhadap turnamen ini.
Menuju Puncak Turnamen The International 2026
Dengan pengumuman resmi ini, peta persaingan menuju turnamen Dota 2 paling bergengsi di dunia sudah mulai terlihat jelas. Semua tim kini berlomba-lomba untuk mempersiapkan strategi terbaik agar bisa tampil maksimal dan tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini.
Pertanyaan besarnya kini adalah apakah Team Falcons mampu mengulang sejarah dengan mempertahankan gelar mereka untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Ataukah justru akan muncul tim kuda hitam yang berhasil menggulingkan para raksasa dan menjadi raja baru di dunia Dota 2?
Pantau terus perkembangan terbaru mengenai kualifikasi regional dan berita esports lainnya melalui platform terpercaya. Jangan lewatkan momen bersejarah saat komunitas Dota 2 kembali bersatu untuk merayakan turnamen terbesar tahun ini.