Valuasi SK Hynix Tembus US$ 1 Triliun Dipicu Lonjakan Saham Cip AI

Valuasi SK Hynix Tembus US$ 1 Triliun Dipicu Lonjakan Saham Cip AI
Foto: Ilustrasi Valuasi SK Hynix Tembus US$ 1 Triliun Dipicu Lonjakan Saham Cip AI.

Nilai kapitalisasi pasar produsen semikonduktor asal Korea Selatan, SK Hynix, resmi menembus angka US$ 1 triliun atau sekitar Rp 17.839 triliun. Seperti dikutip dari Investor Daily, lonjakan ini dipicu oleh aksi borong investor pada saham-saham cip yang terkait dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Pada perdagangan Rabu (27/5/2026), saham SK Hynix melonjak lebih dari 11%. Kenaikan tajam ini memperpanjang tren pertumbuhan luar biasa perusahaan, di mana harga sahamnya telah meroket sekitar 250% sejak awal tahun ini.

Pemicu utamanya adalah lonjakan permintaan global terhadap cip memori generasi baru berkecepatan tinggi atau High-Bandwidth Memory (HBM) yang digunakan pada server dan akselerator AI.

Melalui lompatan raksasa ini, SK Hynix berhasil mengukuhkan posisinya di pusat rantai pasok AI global. Langkah ini sekaligus memperkuat perannya sebagai pemasok utama bagi raksasa cip AI dunia, Nvidia.

Pencapaian bersejarah SK Hynix ini terjadi hanya selang beberapa minggu setelah kompetitor domestiknya, Samsung Electronics, lebih dulu menembus ambang batas kapitalisasi pasar US$ 1 triliun.

Guna mempertahankan momentum pertumbuhan ini, SK Hynix sebelumnya pada Januari 2026 telah mengumumkan rencana untuk mendirikan unit solusi AI di Amerika Serikat (AS) dengan komitmen investasi minimal US$ 10 ekonomi.

Dominasi Pasar Korea Selatan

Cip High-Bandwidth Memory (HBM) telah menjadi komponen mutlak dalam arsitektur komputasi modern untuk memproses kecerdasan buatan generatif secara cepat.

Di industri semikonduktor global, SK Hynix dan Samsung Electronics menguasai sebagian besar pangsa pasar produksi HBM dunia. Kondisi tersebut menjadikan Korea Selatan sebagai episentrum bagi infrastruktur keras teknologi masa depan.

Keberhasilan SK Hynix menembus valuasi US$ 1 triliun ini sekaligus mencatatkan sejarah baru bagi lanskap ekonomi Asia. Pencapaian ini menjadikan Korea Selatan sebagai negara pertama di luar Amerika Serikat yang memiliki lebih dari satu perusahaan di dalam klub elite valuasi triliunan dolar.

Kendati industri memori cip secara historis dikenal memiliki siklus naik-turun yang tajam (cyclical), masifnya adopsi pusat data AI oleh korporasi teknologi global saat ini diyakini telah mengubah struktur permintaan pasar menjadi jauh lebih stabil dan berkelanjutan untuk jangka panjang.

Artikel terkait

Rekomendasi