Parto Kawito Tekankan Urgensi Literasi Keuangan Bagi Investor Muda

Parto Kawito Tekankan Urgensi Literasi Keuangan Bagi Investor Muda
Foto: Ilustrasi Parto Kawito Tekankan Urgensi Literasi Keuangan Bagi Investor Muda.

Direktur PT Infovesta Utama Parto Kawito menekankan pentingnya kepemilikan literasi keuangan yang mumpuni sebelum seseorang memutuskan untuk mulai berinvestasi pada diskusi di Jakarta, Senin (18/09/2023). Hal ini dilansir dari Investortrust dalam agenda bertajuk Tantangan Investasi Reksa Dana di Tahun Politik.

Peningkatan pemahaman ini dinilai krusial agar masyarakat tidak terjebak dalam pengambilan keputusan yang keliru. Parto menggarisbawahi bahwa aspek edukasi tersebut merupakan fondasi utama bagi setiap calon penanam modal dalam mengelola aset mereka.

"Dari literasi saya ingin menggaris bawahi bahwa literasi keuangan itu penting sekali," ujar Parto Kawito, Direktur PT Infovesta Utama.

Menurut pandangannya, upaya pencerdasan finansial tidak boleh hanya berfokus pada satu sisi saja. Ia menguraikan bahwa terdapat dua arah literasi yang wajib diperhatikan, yakni edukasi terhadap investor selaku konsumen dan literasi bagi para pelaku industri jasa keuangan.

Kedua elemen tersebut diharapkan dapat berkembang secara beriringan agar tercipta ekosistem investasi yang sehat dan profesional. Kerja sama antarpemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjalankan program edukasi yang menyeluruh bagi publik.

"Literasi itu melulu kita anggap investor itu nggak ngerti apa-apa, tapi pelakunya pun harus berkembang. Jadi, pelaku harus tambah profesional dan juga itu bisa dilakukan secara komprehensif, jadi tidak sendiri-sendiri, jadi merupakan suatu kesatuan dengan OJK, asosiasi itu bergerak bersama," tegas Parto Kawito, Direktur PT Infovesta Utama.

Dorongan terhadap penguatan literasi ini muncul setelah mengamati tren perilaku generasi muda saat ini. Parto mencermati adanya kecenderungan di kalangan investor baru untuk langsung terjun ke instrumen dengan profil risiko tinggi, salah satunya adalah aset kripto seperti bitcoin.

Untuk meminimalisir risiko kerugian besar bagi pemula, ia menyarankan penerapan strategi investasi bertahap. Para investor muda diimbau untuk mengenal instrumen konvensional seperti reksa dana maupun saham sebelum beralih ke aset yang lebih volatil.

"Kalau orang mau investasi yang high risk meskinya mulai dari yang low risk, middle risk dulu," tandas Parto Kawito, Direktur PT Infovesta Utama.

Artikel terkait

Rekomendasi