Universitas Pelita Harapan (UPH) mengukuhkan lima guru besar baru dari berbagai bidang keilmuan dalam sidang terbuka yang digelar di Jakarta untuk memperkuat ekosistem pendidikan nasional. Pengukuhan ini menandai pencapaian institusi yang kini resmi memiliki total 45 profesor guna memajukan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
Dilansir dari Lifestyle, salah satu guru besar yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Juliana, S.E., M.M., CPHCM, CMSP, CCBM, yang meraih Rekor MURI sebagai profesor termuda di bidang Ilmu Manajemen Perhotelan dan Pariwisata. Ia memperkenalkan Model CITRA sebagai paradigma baru pembangunan pariwisata yang berpusat pada manusia dan kolaborasi masyarakat lokal.
"Pembangunan pariwisata Indonesia bukan sekadar meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi membangun ekosistem terpadu yang melibatkan pengalaman, kreativitas, dan partisipasi masyarakat. Model CITRA mengajak kita melihat pariwisata sebagai sistem yang tumbuh dari komunitas dan kolaborasi, sehingga mampu menghadirkan nilai serta kebahagiaan bagi masyarakat," ujar Prof. Juliana.
Penetapan gelar Guru Besar Tetap Bidang Manajemen Hospitality and Tourism tersebut didasarkan pada SK Mendiktisaintek Nomor 43610/M/KPT.KP/2025 yang terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2025. Selain bidang pariwisata, UPH juga mengukuhkan pakar di bidang pendidikan, ilmu politik, audit, dan manajemen sumber daya manusia.
Prof. Dr. Drs. Ardi, M.M.Si., Ak., CA., dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia dengan fokus penelitian pada pencegahan korupsi. Melalui konsep Self-Mindset Development, ia menekankan bahwa pemberantasan korupsi harus dimulai dari perubahan karakter dan pola pikir individu di samping perbaikan sistem hukum.
Selanjutnya, Prof. Dr. Drs. Thomas Tokan Pureklolon, M.P.H., M.M., M.Si., menyoroti etika kekuasaan dalam bidang ilmu politik. Ia menegaskan bahwa kekuasaan merupakan tanggung jawab moral untuk mewujudkan kebaikan bersama atau bonum commune, yang menjadi fondasi utama dalam sistem demokrasi di Indonesia.
Pada bidang pendidikan, Prof. Dr. Ir. Drs. Khoe Yao Tung, M.M., M.Kom., M.Sc.Ed., M.Ed., D.Th., memaparkan kerangka kerja pembelajaran masa depan. Ia menyoroti pentingnya desain instruksional dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih personal dan relevan bagi siswa di era digital.
Guru besar kelima, Prof. Dr. Tanggor Sihombing, B.A., M.B.A., dikukuhkan dalam bidang Financial Audit and Forensic Audit. Ia memberikan penekanan pada krusialnya peran auditor dalam menjaga akurasi laporan keuangan dari risiko kecurangan, yang sangat bergantung pada independensi dan pemanfaatan teknologi digital.
Rektor UPH, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., menyatakan bahwa penambahan jumlah profesor ini merupakan langkah strategis bagi pengembangan universitas. Kehadiran para pakar baru ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui penelitian dan inovasi di bidangnya masing-masing.