Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala meluncurkan Tim Supervisi Pemeriksaan serta Penyembelihan Hewan Qurban 2026 di kampus setempat pada Selasa, 19 Mei 2026, guna memperkuat pengawasan kesehatan ternak, dilansir dari Media Indonesia.
Sebanyak 352 personel yang terdiri atas 72 dosen serta praktisi dan 280 mahasiswa dikerahkan ke berbagai wilayah seperti Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dan Pidie. Program tahunan ini bertujuan memastikan hewan kurban memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) sebelum dikonsumsi masyarakat.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh T. Robby Irza yang mewakili Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi kampus dalam menghadirkan program berbasis kesehatan masyarakat veteriner. Menurutnya, langkah ini menjadi contoh sinergi nyata antara akademisi, pemerintah, dan warga demi menjaga keamanan pangan asal hewan.
Direktur Kewirausahaan dan Alumni Universitas Syiah Kuala Profesor Rahmat Fadhil menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Keterlibatan berbagai unsur dinilai menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan program pengabdian tersebut.
Ketua panitia M Agung Nur Sanjaya menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan sejak April hingga Juni 2026. Agenda tim di lapangan mencakup survei lokasi, pelaksanaan webinar nasional, pelatihan, pemeriksaan antemortem dan postmortem, hingga tahap evaluasi akhir.
"Keberhasilan program ini tidak terlepas dari kolaborasi bersama Dinas Peternakan Aceh, Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Banda Aceh, Dinas Pertanian Aceh Besar, serta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Aceh dan berbagai pihak lainnya," tutur Faisal Jamin, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan FKH USK.
Kerja sama lintas sektor ini menjadi poin krusial untuk memastikan pelaksanaan kurban berjalan higienis.
"Harapan nya seluruh tim supervisi dapat menjalankan tugas secara optimal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan masyarakat veteriner dan keamanan pangan asal hewan secara berkelanjutan," tambah Faisal Jamin yang juga seorang Dokter Hewan.