Universitas Brawijaya Terapkan Kuliah Kombinasi Mulai 13 April 2026

Universitas Brawijaya Terapkan Kuliah Kombinasi Mulai 13 April 2026
Foto: Ilustrasi Universitas Brawijaya Terapkan Kuliah Kombinasi Mulai 13 April 2026.

Universitas Brawijaya (UB) memberlakukan sistem perkuliahan kombinasi antara daring dan luring mulai Senin, 13 April 2026, guna mendukung kebijakan penghematan energi nasional. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap krisis energi global akibat konflik di Timur Tengah, dilansir dari Edukasi.

Penerapan metode pembelajaran ini merujuk pada Surat Edaran Mendiktisaintek Nomor 2 Tahun 2026. Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., telah mengeluarkan surat edaran resmi sebagai tindak lanjut atas arahan kementerian tersebut dalam menyesuaikan pola kerja di lingkungan kampus.

Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP., menjelaskan bahwa kampus memberikan apresiasi atas kebijakan menteri dengan melakukan langkah proaktif dalam pengaturan jadwal studi. Pihak universitas tetap mempertahankan kegiatan tatap muka untuk aktivitas yang memerlukan kehadiran fisik secara langsung.

"Secara umum, UB merespons kebijakan Mendikti secara apresiatif dan proaktif. Rektor menindaklanjuti dengan menerbitkan surat edaran terkait penyesuaian pola kerja, termasuk pelaksanaan pembelajaran. Di mana kampus tetap melaksanakan kegiatan luring untuk aktivitas yang memerlukan kehadiran langsung, serta menerapkan pembelajaran daring untuk kegiatan yang dapat dilakukan secara fleksibel," jelas Prof. Imam.

Prioritas kegiatan luring diberikan kepada mahasiswa semester 1 hingga 4, serta kegiatan praktikum yang tidak dapat digantikan secara virtual. Langkah ini dilakukan karena mahasiswa tingkat awal dianggap memerlukan fondasi keilmuan yang kuat melalui bimbingan intensif dan interaksi aktif bersama dosen.

Sebaliknya, mahasiswa semester 5 ke atas akan menjalani perkuliahan, seminar, dan bimbingan secara daring. Pembatasan interaksi fisik ini dirancang untuk meminimalkan penggunaan energi di area kampus tanpa mengorbankan capaian akademik mahasiswa.

Prof. Imam menyatakan bahwa pihak universitas sangat menyadari risiko penurunan capaian akademik atau learning loss. Oleh karena itu, penyesuaian dilakukan agar kegiatan dengan intensitas interaksi tinggi tetap difasilitasi di dalam lingkungan kampus.

"Saya sangat memahami (risikonya), karena itu arahan Pak Menteri dan Pak Rektor untuk kegiatan-kegiatan yang membutuhkan intensitas tinggi dalam interaksi antara dosen dan mahasiswa harus dilakukan di kampus, seperti praktikum, studio, atau penelitian yang harus tetap dilakukan di laboratorium," ujar Imam.

Wewenang untuk menentukan teknis kegiatan daring dan luring diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing fakultas. Hal ini dikarenakan setiap program studi memiliki karakteristik dan kebutuhan fasilitas yang berbeda dalam proses belajar mengajar.

Meskipun terjadi perubahan media pembelajaran, pihak universitas menjamin tidak ada perubahan pada kurikulum yang berlaku. Penyesuaian ini murni bersifat teknis untuk merespons situasi energi nasional tanpa mengubah target capaian pembelajaran yang telah ditetapkan bagi seluruh mahasiswa.

Artikel terkait

Rekomendasi