PT United Tractors Tbk (UNTR) menyatakan belum memiliki rencana untuk melakukan pemecahan nilai nominal saham atau stock split dalam waktu dekat. Informasi tersebut disampaikan usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta pada Kamis (16/4/2026), dilansir dari Investortrust.
Langkah penegasan ini merespons spekulasi para investor, khususnya investor ritel, menyusul posisi UNTR sebagai saham termahal di grup Astra saat ini. Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, saham anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini ditutup stagnan pada level Rp31.475 per lembar.
Manajemen emiten berkode saham UNTR tersebut memberikan kepastian mengenai keputusannya terkait isu yang beredar di pasar modal.
ÔÇ£Saat ini belum ada (aksi stock split saham),ÔÇØ tegas Ari Setiawan, Corporate Secretary UNTR.
Respons pelaku pasar secara teknikal dinilai masih menempatkan pergerakan saham berada dalam fase naik dengan dominasi volume pembelian yang cenderung mengecil.
ÔÇ£Buy on weakness (BoW) saham UNTR dengan support Rp30.725 dan resistance Rp31.500, dengan target harga Rp32.025ÔÇôRp32.450,ÔÇØ ujar Didit, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana.
Sebagai bentuk pemberian nilai tambah bagi pemegang saham, perusahaan telah menyetujui pembagian dividen tunai dari laba bersih tahun buku 2025. Total dividen yang dialokasikan mencapai Rp1.663 per saham atau dengan jumlah keseluruhan maksimal Rp5,92 triliun.
Nilai total tersebut mencakup dividen interim sebesar Rp567 per saham atau Rp2,06 triliun yang telah disalurkan kepada investor pada 24 Oktober 2025. Berdasarkan perhitungan tersebut, sisa dividen tunai yang akan dibayarkan adalah sebesar Rp1.096 per lembar saham.
Pemberian hak dividen ini ditujukan bagi pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 28 April 2026 pukul 16.00 WIB. Emiten menjadwalkan realisasi pembayaran sisa dividen tersebut pada 18 Mei 2026.