Unilever Indonesia Raup Laba Bersih Rp 1,3 Triliun

Unilever Indonesia Raup Laba Bersih Rp 1,3 Triliun
Foto: Ilustrasi Unilever Indonesia Raup Laba Bersih Rp 1,3 Triliun.

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) berhasil membukukan laba bersih senilai Rp 1,3 triliun pada kuartal I-2026 berkat dorongan pertumbuhan penjualan domestik yang positif pada Kamis (30/4/2026).

Pencapaian laba bersih tersebut mengalami kenaikan sebesar 14,1 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang bernilai Rp 1,09 triliun, sebagaimana dilansir dari Investortrust.

Pertumbuhan laba emiten berkode saham UNVR ini ditopang oleh nilai penjualan keseluruhan yang meningkat 2,8 persen secara tahunan hingga mencapai angka Rp 8,4 triliun.

Sektor perdagangan dalam negeri mengalami peningkatan sebesar 3,5 persen yang didorong oleh performa kuat pada jalur General Trade, Modern Trade, segmen Health and Beauty, serta Digital Commerce.

Perusahaan juga mencatatkan kenaikan laba sebelum pajak dari operasi yang dilanjutkan sebesar 18,9 persen, atau tumbuh 167 basis poin dari tahun lalu, dengan marjin kotor yang terjaga di angka 48,2 persen.

Apabila biaya transformasi tidak dihitung, maka posisi marjin kotor perseroan tetap berada di level yang kuat yaitu sebesar 48,8 persen.

Pihak manajemen menyatakan bahwa hasil yang didapatkan pada awal tahun ini menjadi modal penting bagi kelangsungan bisnis ke depan.

"Hasil kuartal pertama 2026 kami menandai langkah penting untuk terus maju, mencerminkan momentum yang telah dibangun sepanjang tahun 2025. Di tengah kondisi eksternal yang masih menantang, langkah-langkah disiplin yang telah kami jalankan selama setahun terakhir mulai menunjukkan kemajuan pada kualitas pertumbuhan, kekuatan eksekusi di pasar, serta ketangguhan kinerja keuangan Perseroan," kata Benjie Yap, Presiden Direktur Unilever Indonesia.

Melalui pernyataan resminya, pimpinan perusahaan tersebut menekankan bahwa capaian ini semakin memperkuat optimisme perseroan mengenai arah perkembangan bisnis yang berada pada jalur positif.

Kondisi internal emiten juga diklaim menunjukkan penguatan yang signifikan berkat perbaikan fundamental yang terus berjalan secara berkelanjutan.

Dalam periode tiga bulan pertama tahun ini, korporasi telah merampungkan proses divestasi terhadap unit bisnis Teh SariWangi demi merealisasikan transformasi portofolio ke arah segmen yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi.

Langkah strategis tersebut membuat kontribusi dari segmen pertumbuhan tinggi mengalami peningkatan ke angka 10,0 persen dari yang sebelumnya hanya sebesar 8,3 persen pada periode serupa tahun lalu.

Struktur pembiayaan internal terus diperkuat melalui efisiensi di seluruh lini usaha serta percepatan transformasi pada sektor digital perusahaan.

Pulihnya volume penjualan kini mulai memberikan dampak yang positif terhadap leverage operasional perseroan, sehingga mampu menjaga kinerja marjin di tengah tekanan kenaikan biaya input dan ketidakpastian nilai tukar mata uang.

Artikel terkait

Rekomendasi