Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) meresmikan 12 daftar Geopark Global terbaru yang tersebar di 10 negara pada Senin (4/5/2026). Penambahan ini membuat total jaringan situs geologi dunia tersebut mencapai 241 lokasi di 51 negara berbeda.
Pengumuman ini dilansir dari Detik Travel yang merujuk pada data resmi organisasi tersebut. Penambahan anggota baru ini bertujuan untuk memperkuat perlindungan warisan geologi dunia sekaligus mendorong aspek pendidikan dan keberlanjutan ekonomi bagi masyarakat lokal di sekitar lokasi tersebut.
Direktur Jenderal UNESCO, Khaled El-Enany memberikan penegasan mengenai signifikansi setiap penemuan geologi bagi sejarah manusia. Ia menyoroti peran penting status geopark dalam sepuluh tahun terakhir bagi kemajuan sains.
"Setiap formasi batuan, setiap ngarai, dan setiap fosil menceritakan kisah yang menjadi milik seluruh umat manusia. Hanya dalam sepuluh tahun, UNESCO Global Geoparks telah menunjukkan bahwa melindungi warisan geologi juga berarti memajukan sains, memperkuat pendidikan, dan membangun ketahanan lokal," kata Khaled El-Enany, Direktur Jenderal UNESCO.
Khaled El-Enany menjelaskan bahwa seluruh situs yang tergabung dalam jaringan global ini terikat oleh visi yang sama dalam pelestarian pengetahuan. Fokus utama dari pengelolaan situs ini adalah menempatkan komunitas setempat sebagai pilar pengelolaan.
"Ia menambahkan, yang menyatukan 241 situs di 51 negara bukan hanya signifikansi geologis, tetapi komitmen bersama untuk mewariskan pengetahuan, dengan komunitas lokal sebagai pusatnya," tulis laporan tersebut mengenai pernyataan Khaled El-Enany.
Daftar 12 situs terbaru ini mencakup wilayah di Asia, Eropa, hingga Amerika Latin. Meskipun Indonesia memiliki banyak kekayaan alam, tidak ada satu pun lokasi dari tanah air yang masuk dalam daftar penetapan kali ini.
| No | Nama Geopark | Lokasi Negara |
|---|---|---|
| 1 | Changshan UNESCO Global Geopark | China |
| 2 | Mt.Siguniang UNESCO Global Geopark | China |
| 3 | Terres d'H├®rault UNESCO Global Geopark | Prancis |
| 4 | Nisyros UNESCO Global Geopark | Yunani |
| 5 | Joyce Country and Western Lakes Global Geopark | Irlandia |
| 6 | Min├®-Akiyoshidai Karst Plateau UNESCO Global Geopark | Jepang |
| 7 | Lenggong UNESCO Global Geopark | Malaysia |
| 8 | Sarawak Delta UNESCO Global Geopark | Malaysia |
| 9 | Algarvensis UNESCO Global Geopark | Portugal |
| 10 | Toratau UNESCO Global Geopark | Rusia |
| 11 | Dahar UNESCO Global Geopark | Tunisia |
| 12 | Manantiales Serranos UNESCO Global Geopark | Uruguay |
Sistem penetapan Geopark Global oleh UNESCO telah dimulai sejak 2015 untuk memayungi wilayah dengan warisan geologis menonjol seperti gua, fosil, hingga lanskap gurun. Setiap situs yang terpilih diwajibkan mengintegrasikan upaya konservasi dengan pendekatan pembangunan berkelanjutan.
Proses seleksi dilakukan setiap tahun melalui evaluasi ketat oleh Dewan Geopark Global yang beranggotakan para ahli internasional. Keputusan akhir penambahan anggota baru berada di tangan Dewan Eksekutif UNESCO berdasarkan kelayakan permohonan yang diajukan setiap negara.