Ulama Haramkan Percaya Feng Shui Penentu Nasib karena Rusak Tauhid

Ulama Haramkan Percaya Feng Shui Penentu Nasib karena Rusak Tauhid
Foto: Ilustrasi Ulama Haramkan Percaya Feng Shui Penentu Nasib karena Rusak Tauhid.

Praktik Feng Shui yang fokus pada penataan ruang untuk menghadirkan aliran energi positif dan keberuntungan kian populer di masyarakat modern. Dilansir dari Suara, banyak orang mengadopsi metode asal Tiongkok ini untuk mendesain rumah atau kantor agar mendatangkan rezeki.

Namun, mayoritas ulama dan ahli fiqih kontemporer secara tegas menyatakan bahwa mempercayai Feng Shui sebagai penentu nasib atau sumber keberuntungan adalah haram. Larangan ini muncul karena kepercayaan tersebut bertentangan dengan prinsip utama Islam, yaitu Tauhid dan Tawakkul.

Allah SWT berfirman dalam Al-QurÔÇÖan:

ÔÇ£Katakanlah: ÔÇÿSesungguhnya segala urusan itu di tangan Allah...ÔÇÖÔÇØ (QS. Ali Imran: 154).

Selain itu, terdapat pula penegasan dalam ayat lain:

ÔÇ£Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nyaÔÇØ (QS. At-Thalaq: 3).

Keyakinan bahwa mengatur arah kompas atau meletakkan benda tertentu seperti kura-kura di meja bisa mendatangkan rezeki dinilai memberikan kekuasaan kepada selain Allah. Hal ini dapat menjerumuskan seorang Muslim ke dalam syirik kecil atau syirik besar jika diyakini secara mutlak.

Feng Shui juga kerap dikaitkan dengan unsur ramalan (ÔÇÖarrafah) dan rasa sial akibat benda atau arah tertentu (tathayyur). Rasulullah SAW secara tegas melarang praktik ramalan dalam sebuah hadits.

Beliau bersabda:

ÔÇ£Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, maka shalatnya tidak diterima selama 40 hariÔÇØ (HR. Muslim).

Meskipun demikian, tidak semua aspek penataan ruang yang menyerupai Feng Shui otomatis dilarang dalam Islam. Umat Islam tetap diperbolehkan mengatur tempat tinggal secara fungsional demi kesehatan dan kenyamanan.

Islam sangat menganjurkan kebersihan, kerapian, pencahayaan yang baik, serta sirkulasi udara yang sehat. Hal-hal tersebut termasuk bagian dari sunnah dan usaha menjaga fitrah manusia. Rasulullah SAW bahkan mengajarkan umatnya untuk selalu membersihkan rumah dan tidak membiarkan sampah menumpuk.

Desain arsitektur yang ergonomis dan estetis berdasarkan ilmu pengetahuan modern justru sangat dianjurkan. Masalah keagamaan baru muncul ketika penataan tersebut mulai melibatkan keyakinan mistis.

Contohnya adalah anggapan bahwa aliran energi yang tersumbat akan membawa kesialan. Begitu pula dengan penggunaan simbol tertentu seperti patung naga, koin Cina, atau kristal yang dipercaya membawa berkah karena bertentangan dengan akidah Islam.

Alternatif Keberkahan Tempat Tinggal dalam Islam

Islam mengajarkan bahwa keberkahan atau barokah sebuah rumah lahir dari tingkat ketaatan para penghuninya kepada Allah SWT. Aktivitas seperti mendirikan shalat, rutin membaca Al-QurÔÇÖan, menjaga silaturahmi, serta menjauhi riba dan maksiat menjadi kunci utama.

Ibadah doa, dzikir, dan amalan sedekah juga dinilai jauh lebih ampuh untuk mendatangkan rezeki daripada mengubah posisi tempat tidur berdasarkan peta Bagua. Bagi Muslim yang ingin menciptakan rumah yang nyaman, beberapa prinsip fungsional dapat diterapkan secara aman.

Langkah penataan yang bisa diambil antara lain menghadapkan area tempat shalat ke arah kiblat. Memastikan sirkulasi udara dan masuknya cahaya alami ke dalam ruangan juga sangat baik untuk kesehatan.

Selain itu, menjaga kebersihan rumah sesuai tuntunan hadits dan memilih warna dinding yang menenangkan dapat dilakukan tanpa menyertakan unsur syirik. Pada dasarnya, segala kebutuhan untuk kebaikan dunia dan akhirat telah diatur secara rinci dalam Al-QurÔÇÖan dan Sunnah.

Artikel terkait

Rekomendasi