Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada memperkenalkan inovasi alat perebah sapi portabel bernama Gama Abilawa Portable Restraining Box untuk meningkatkan efisiensi dan memastikan penerapan kesejahteraan hewan menjelang Hari Raya Iduladha.
Alat yang dirancang sejak tahun 2019 ini berfungsi mempermudah penanganan ternak mulai dari penggiringan hingga perebahan sebelum disembelih tanpa kekerasan, seperti dilansir dari Media Indonesia. Inovasi ini hadir karena sebagian besar pemotongan sapi kurban di masyarakat masih dilakukan di luar Tempat Pemotongan Hewan dengan fasilitas terbatas.
Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Prof. Panjono, menjelaskan bahwa keterbatasan fasilitas tersebut kerap memicu tekanan fisik maupun psikis pada hewan kurban.
"Kondisi tersebut menyebabkan ternak mengalami tekanan fisik maupun psikis, meningkatkan risiko kecelakaan bagi jagal, serta menurunkan kualitas daging," ujar Prof. Panjono, Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada dalam kegiatan Fapet Menyapa, Senin (18/5/2026).
Penggunaan alat ini diklaim mampu meminimalkan risiko kecelakaan kerja bagi petugas sekaligus menjaga kualitas daging agar tidak keras atau gelap akibat stres pada sapi. Selain itu, alat ini juga memangkas jumlah personel yang dibutuhkan untuk merobohkan sapi menjadi hanya sekitar lima orang.
"Penggunaan alat ini mampu mempercepat proses pemotongan hingga 52,5 persen serta menurunkan secara signifikan jumlah personel yang terlibat," jelas Prof. Panjono, Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada.
Melalui penerapan teknologi portable restraining box ini, Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada berharap panitia kurban di berbagai lokasi dapat beralih ke metode penyembelihan modern yang lebih higienis dan manusiawi.