Startup Tunelab Luncurkan Aplikasi Nada Pengubah Senandung Jadi Musik

Startup Tunelab Luncurkan Aplikasi Nada Pengubah Senandung Jadi Musik
Foto: Ilustrasi Startup Tunelab Luncurkan Aplikasi Nada Pengubah Senandung Jadi Musik.

Startup Tunelab yang didirikan oleh alumni Apple Developer Academy meluncurkan aplikasi bernama Nada untuk memudahkan proses penciptaan musik bagi kreator. Dilansir dari Detik iNET, platform ini mampu mengonversi rekaman senandung atau humming sederhana menjadi melodi dalam format MIDI secara otomatis.

Aplikasi yang telah tersedia di App Store ini dirancang untuk mengatasi keterbatasan akses instrumen fisik seperti gitar atau piano saat ide lagu muncul secara mendadak. Pengguna dapat langsung mengolah hasil konversi suara tersebut dengan berbagai pilihan instrumen musik hingga melakukan layering untuk menyusun aransemen lengkap.

Co-founder Tunelab, Bregas Satria Wicaksono, mengungkapkan bahwa pengembangan aplikasi ini terinspirasi dari pengalaman pribadi tim saat merantau tanpa membawa alat musik. Motivasi awal mereka adalah menciptakan sesuatu yang fungsional sekaligus menyenangkan bagi para penggunanya.

"Awalnya kita cuma pengen have fun. Kita cari sesuatu yang bisa kita bikin dan kita juga have fun," ujarnya Bregas Satria Wicaksono, Co-founder Tunelab.

Tim pengembang kemudian melihat potensi besar dari pemanfaatan suara manusia sebagai fondasi utama dalam membuat prototype aplikasi tersebut. Fokus utama mereka adalah memberikan kemudahan akses bagi musisi maupun masyarakat umum untuk menuangkan ide kreatif secara praktis.

"Dari situ kita kepikiran, kenapa nggak dari suara kita aja? Akhirnya kita bikin prototype-nya," jelas Bregas Satria Wicaksono, Co-founder Tunelab.

Dalam proses penyempurnaan fitur, Tunelab melakukan uji coba langsung kepada produser dan musisi profesional untuk memastikan fungsionalitas aplikasi relevan dengan kebutuhan industri. Salah satu hasil dari interaksi tersebut adalah penambahan fitur koreksi nada pada editor MIDI.

"Kami dapat banyak insight dari musisi. Itu yang bikin produk ini berkembang lebih cepat," kata Bregas Satria Wicaksono, Co-founder Tunelab.

Dukungan dari Apple Developer Institute di Jakarta juga memberikan dampak signifikan terhadap perluasan jaringan dan bimbingan mentor bagi tim Tunelab. Hal ini mempermudah mereka dalam membangun koneksi dengan pelaku industri kreatif yang lebih berpengalaman.

"Yang paling kerasa itu connection-nya. Kami jadi bisa ngobrol langsung dengan musisi yang lebih berpengalaman," ujarnya Bregas Satria Wicaksono, Co-founder Tunelab.

Saat ini, delapan anggota tim Tunelab menjalankan operasional secara remote dari Bali dan Jakarta. Rencana jangka panjang untuk aplikasi Nada mencakup penambahan paket instrumen berdasarkan genre musik, termasuk genre pop, dangdut, hingga instrumen tradisional Indonesia.

Selain perluasan koleksi suara, tim juga sedang menjajaki implementasi teknologi kecerdasan buatan atau AI. Teknologi ini diproyeksikan untuk memberikan rekomendasi aransemen otomatis seperti pembuatan baseline berdasarkan hasil input suara pengguna.

"Ke depan mungkin ada AI yang bisa bantu kasih rekomendasi aransemen. Tapi untuk sekarang kami fokus mematangkan fitur yang sudah ada," tutup Bregas Satria Wicaksono, Co-founder Tunelab.

Artikel terkait

Rekomendasi