Tugu Insurance Raup Laba Bersih Rp 711 Miliar Sepanjang 2025

Tugu Insurance Raup Laba Bersih Rp 711 Miliar Sepanjang 2025
Foto: Ilustrasi Tugu Insurance Raup Laba Bersih Rp 711 Miliar Sepanjang 2025.

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) atau Tugu Insurance berhasil membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 711,06 miliar pada 2025. Perolehan tersebut mencatatkan lonjakan sebesar 77 persen secara year on year (yoy) dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sebagaimana dilansir dari Investortrust pada Senin (13/4/2026).

Pertumbuhan positif ini diraih oleh perseroan setelah mengimplementasikan penuh Peraturan Standard Akuntansi Keuangan (PSAK) baru, yaitu PSAK 117 yang mengadopsi IFRS 17. Penerapan regulasi baru tersebut mengubah pendekatan pengakuan pendapatan dan beban untuk memberikan gambaran profitabilitas yang lebih akurat.

Presiden Direktur Tugu Insurance Adi Pramana menjelaskan bahwa standar akuntansi baru ini membangun profil kinerja perusahaan yang lebih berbasis nilai ekonomi dan transparan.

"Pencapaian laba bersih Tugu Insurance di sepanjang 2025 mencerminkan penguatan fundamental bisnis, di tengah perubahan lanskap industri, termasuk tantangan regulasi," ungkap Adi Pramana.

Peningkatan laba bersih emiten anak usaha PT Pertamina (Persero) ini didorong oleh pertumbuhan hasil jasa asuransi yang naik signifikan sebesar 39,1 persen (yoy) menjadi Rp 1,02 triliun. Adi Pramana menyampaikan hal tersebut saat ditemui dalam acara Media Meet Up.

"Kenaikan ini mengindikasikan perbaikan kualitas underwriting serta optimalisasi portofolio bisnis," ujar Adi Pramana.

Pendapatan jasa asuransi perseroan tercatat mencapai Rp 9,11 triliun sepanjang 2025, atau tumbuh sebesar 22,12 persen (yoy). Kinerja lini bisnis ini ditopang oleh optimalisasi portofolio pada sektor asuransi kebakaran dan properti, lepas pantai (offshore), serta penerbangan (aviation).

"Sedangkan dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat sebesar Rp 27,71 triliun, sementara total ekuitas mencapai Rp 10,17 triliun dengan risk based capital (RBC) pada level 410,9%, jauh di atas ketentuan minimum regulasi sebesar 120%," tambah Adi Pramana.

Faktor pendorong utama laba lainnya datang dari pendapatan investasi yang tumbuh hingga 61 persen (yoy). Direktur Keuangan & Layanan Korporat Tugu Insurance Fitri Azwar memberikan penjelasan mengenai kontribusi pos tersebut terhadap kinerja perusahaan.

"Adapun pendapatan operasional lainnya dari anak perusahaan tercatat relatif stabil di Rp 542,52 miar dan memberikan kontribusi yang menjaga keseimbangan struktur pendapatan secara keseluruhan," ujar Fitri Azwar.

Selain mencatatkan pertumbuhan finansial, perseroan menjalankan komitmen implementasi ESG melalui program CSR Bakti TUGU untuk memastikan keberlanjutan bisnis. Sepanjang tahun lalu, Tugu Insurance telah melaksanakan penanaman 10.800 benih mangrove di Pulau Panggang dan mengumpulkan serta memanfaatkan 1,7 ton limbah tekstil, sekaligus meningkatkan literasi asuransi ke berbagai sekolah, universitas, dan komunitas.

Artikel terkait

Rekomendasi