Valve saat ini tengah menghadapi tekanan hukum besar terkait dua gugatan antimonopoli yang diajukan di Amerika Serikat dan Inggris. Gugatan tersebut menyoroti kebijakan Platform Parity Obligations yang diduga melarang penerbit game menjual produk mereka dengan harga lebih rendah di toko digital lain.
Di Inggris, upaya Valve untuk menghentikan proses hukum ini masih menemui jalan buntu dan persidangan terus berlanjut. Sementara di Amerika Serikat, pendiri Valve, Gabe Newell, telah memberikan kesaksian resminya terkait praktik bisnis perusahaan pada tahun 2023 lalu.
Tanggapan Gabe Newell Mengenai Tuduhan Monopoli
Melansir laporan dari Bloomberg, Gabe Newell secara tegas menolak klaim bahwa Steam menjalankan praktik monopoli di pasar game PC. Ia berargumen bahwa ekosistem industri game saat ini sangat kompetitif dan memberikan banyak opsi bagi para pemain.
Newell menjelaskan bahwa konsumen memiliki kebebasan penuh untuk membeli game melalui Xbox, Epic Games Store, atau bahkan langsung dari situs resmi pengembang. Menurutnya, keberhasilan Steam bukan karena menutup akses pesaing, melainkan berkat inovasi berkelanjutan yang mereka tawarkan kepada pengguna.
Pihak Valve juga membantah adanya aturan kaku yang mengatur strategi harga pengembang pihak ketiga di luar platform mereka. Newell menegaskan perusahaannya tidak memiliki kebijakan yang memaksa pengembang untuk menyamakan harga di semua toko digital.
Poin utama pembelaan Valve dalam persidangan antimonopoli:
- Membantah adanya pemaksaan harga terhadap pengembang di platform kompetitor.
- Menekankan bahwa kepuasan mitra dan pelanggan menjadi bukti layanan mereka berjalan secara adil.
- Menyatakan bahwa dominasi pasar diraih melalui kualitas layanan, bukan pembatasan akses.
- Menjamin bahwa pengembang tetap memiliki otoritas penuh atas harga produk mereka sendiri.
Pernyataan tersebut menjadi dasar argumen Valve untuk meyakinkan otoritas hukum bahwa mereka tidak melanggar aturan persaingan usaha. Meskipun demikian, data pasar menunjukkan posisi Valve yang masih sangat dominan dibandingkan para pesaingnya.
Dominasi Steam di Industri Game Digital
Walaupun Valve menolak label monopoli, kenyataan di lapangan menunjukkan kesenjangan yang cukup besar antara Steam dan platform lainnya. Saat ini, Steam diperkirakan menguasai sekitar 75% pangsa pasar distribusi game PC secara global.
Angka ini jauh melampaui Epic Games Store yang berada di posisi kedua dengan raihan pangsa pasar sekitar 8 hingga 10 persen. Popularitas Steam bahkan terus menunjukkan tren positif dengan pencapaian rekor jumlah pengguna yang sangat signifikan.
Berikut adalah ringkasan data pertumbuhan dan performa bisnis Steam:
| Kategori Data | Pencapaian / Statistik |
|---|---|
| Pangsa Pasar PC | Sekitar 75% |
| Pendapatan Tahun 2025 | 16,2 Miliar Dolar AS |
| Rekor Pengguna Aktif (Januari 2026) | 41,81 Juta Pengguna |
| Kompetitor Utama | Epic Games Store (8-10%) |
Data di atas memperlihatkan betapa kuatnya posisi tawar Valve dalam ekosistem gaming modern saat ini. Dengan pendapatan yang mencapai angka fantastis pada tahun 2025, Steam membuktikan diri sebagai mesin uang utama di industri perangkat lunak.
Hingga kini, proses hukum di kedua negara tersebut masih menjadi perhatian besar bagi para pelaku industri dan gamer di seluruh dunia. Keputusan akhir dari pengadilan nantinya akan sangat menentukan masa depan kebijakan harga game di berbagai toko digital.