Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim bahwa blokade militer di Selat Hormuz yang berlangsung sejak 13 April telah melumpuhkan kondisi finansial Iran. Kebijakan ini tetap diberlakukan militer AS di akses masuk pelabuhan Iran meskipun periode gencatan senjata diperpanjang pada Rabu, 22 April 2026.
Dilansir dari Kompas, langkah pembatasan akses logistik tersebut dilakukan karena pihak Iran dianggap belum menyepakati perjanjian damai. Trump menuduh bahwa tekanan militer di mulut Selat Hormuz menyebabkan ekonomi Teheran berada di ambang keruntuhan akibat kehilangan pendapatan harian yang signifikan.
"Iran telah kolaps secara finansial! Mereka ingin Selat Hormuz dibuka segera," kata Trump, Presiden Amerika Serikat.
Pemimpin Amerika Serikat tersebut menjelaskan lebih lanjut mengenai dampak kerugian ekonomi yang dialami oleh Iran melalui platform media sosial resminya. Ia menyebutkan adanya keluhan dari aparat keamanan Iran terkait tersendatnya pembayaran upah.
"(Iran) kekurangan uang, kehilangan 500 juta dolar (sekitar Rp5,8 triliun) per hari. Militer dan polisi komplain gaji mereka tidak dibayar," kata Trump, Presiden Amerika Serikat.
Trump juga mengonfirmasi bahwa keputusan memperpanjang gencatan senjata diambil setelah adanya permintaan dari pemerintah Pakistan sebagai pihak mediator. Meskipun gencatan senjata berlaku secara sepihak hingga waktu yang belum ditentukan, pengawasan ketat di perairan tersebut tidak akan dicabut oleh Washington.
Di sisi lain, pemerintah Iran menolak untuk melakukan pembicaraan diplomatik selama blokade militer masih berlangsung di wilayah mereka. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghachi memberikan penegasan mengenai posisi negaranya dalam menghadapi tekanan militer Amerika Serikat tersebut.
"Iran tahu bagaimana cara mengatasi pembatasan, bagaimana mempertahankan kepentingannya, dan bagaimana melawan perundungan," kata Abbas Araghachi, Menteri Luar Negeri Iran.
Araghachi menilai tindakan yang dilakukan oleh militer Amerika Serikat merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap kesepakatan yang ada. Ia menyebut pengepungan di Selat Hormuz tersebut sebagai upaya provokasi militer secara langsung terhadap kedaulatan Iran.