Tren konsumsi ikan sarden kalengan untuk mendapatkan kulit sehat dan bercahaya viral di media sosial setelah dipopulerkan oleh model Anok Yai pada akhir tahun 2026. Fenomena ini memicu perdebatan di kalangan pakar mengenai efektivitas sarden sebagai pengganti perawatan kecantikan medis.
Anok Yai mengungkapkan kebiasaan makannya saat melakukan persiapan untuk peragaan busana Victoria's Secret. Dilansir dari Wolipop, model tersebut mengandalkan asupan ikan sarden untuk menjaga penampilan kulitnya agar tetap optimal di atas panggung.
"Aku makan sekaleng sarden setiap malam untuk persiapan fashion show agar kulit terlihat menawan," kata Anok, seperti dikutip dari Hypebae.
Pengakuan tersebut mendorong banyak penggiat kecantikan di platform TikTok mencoba metode serupa. Sebagian besar pengguna mengklaim bahwa konsumsi rutin ikan sarden menghasilkan tekstur wajah yang lebih halus, lembap, dan tampak bercahaya secara alami.
Ahli gizi Jo Sebastian memberikan tanggapan terkait label sarden sebagai solusi instan kecantikan. Ia menekankan bahwa perubahan pada kondisi kulit merupakan hasil dari proses biologis yang memerlukan waktu yang tidak sebentar.
"Manfaatnya lebih untuk jangka panjang dan sebagai langkah pencegahan," kata Jo Sebastian, seperti dilansir Cosmopolitan.
Jo juga memberikan catatan mengenai pentingnya pola makan menyeluruh dibandingkan hanya mengandalkan satu jenis bahan makanan tertentu. Menurutnya, tubuh manusia akan mendahulukan fungsi organ vital sebelum memberikan dampak pada aspek estetika luar.
"Semuanya masih sangat bergantung pada pola makan Anda secara keseluruhan," tambahnya.
Pandangan serupa disampaikan oleh pakar kecantikan Dr. Jodi Logerfo yang menyoroti ketiadaan data ilmiah spesifik. Meskipun sarden memiliki kandungan nutrisi yang baik, klaim mengenai kemampuannya memperbaiki kondisi kulit secara drastis masih belum terbukti.
"Sayangnya, belum ada bukti yang benar-benar menunjukkan bahwa mengonsumsi sarden memberi manfaat nyata bagi kesehatan kulit atau bahwa mengonsumsi sarden secara khusus memperbaiki kondisi kulit apa pun," terang Jodi.
Di sisi lain, Dermatologist Dr. Geeta Yadav mengakui adanya kandungan bermanfaat seperti asam lemak omega-3, vitamin D, dan protein dalam sarden. Nutrisi ini berperan dalam pembentukan ceramide yang berfungsi melindungi lapisan kulit dan meredakan peradangan.
"Asam lemak Omega-3 membantu tubuh memproduksi lebih banyak ceramide, yaitu lemak yang menjaga lapisan pelindung kulit tetap utuh, dan mengurangi peradangan. Vitamin D mendukung pertumbuhan dan perbaikan sel kulit, dan protein sangat penting untuk produksi kolagen. Jadi, bahan-bahan utama dalam sarden memang memiliki manfaat kulit yang berarti," kata Geeta.
Meski memiliki nutrisi penting, Geeta menegaskan bahwa ikan sarden sebaiknya hanya dianggap sebagai bagian dari pola makan sehat dan bukan sebagai obat utama untuk masalah kulit. Penekanan diberikan pada fakta bahwa kecantikan kulit melibatkan ekosistem nutrisi yang luas di dalam tubuh.
"Sarden adalah makanan pendukung, bukan pengobatan. Netizen selalu menyukai cerita tentang satu bahan yang efektif, tetapi menurut sains, sarden hanyalah bagian dari manfaat yang lebih besar," pungkasnya.