Tren perawatan estetika medis di Indonesia kini mengalami pergeseran dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap metode pengencangan kulit non-invasive yang memberikan hasil natural, sehat, serta minim rasa sakit. Perubahan preferensi ini disampaikan oleh para pelaku industri kecantikan di Jakarta pada Jumat (15/5), sebagaimana dilansir dari Media Indonesia.
Pemilik Ace Dermatology, Grace, menjelaskan bahwa pasien saat ini telah menjadi lebih selektif dalam memilih prosedur kecantikan. Mereka lebih mengutamakan perawatan yang tidak mengganggu aktivitas sehari-hari serta berfokus pada kesehatan kulit jangka panjang.
"Sekarang pasien lebih smart. Mereka mengerti bahwa treatment bukan untuk mengubah wajah secara drastis, tetapi mempertahankan apa yang sudah dimiliki agar tetap baik lebih lama," ujar Grace, Pemilik Ace Dermatology.
Ia menambahkan bahwa usia 30 hingga 40 tahun merupakan fase yang ideal bagi masyarakat untuk memulai tindakan pencegahan. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga kondisi struktural kulit sebelum tanda penuaan menjadi semakin kontras.
"Preventive treatment penting karena kita ingin mempertahankan kondisi kulit selama mungkin. Jadi bukan menunggu sampai aging-nya berat dulu baru melakukan treatment," kata Grace, Pemilik Ace Dermatology.
Dalam kesempatan yang sama, influencer Sylvie Cendana membagikan pengalamannya setelah mencoba teknologi pengencangan kulit terbaru bernama XERF by Cynosure Lutronic. Prosedur asal Korea Selatan ini memanfaatkan frekuensi ganda untuk stimulasi kolagen tanpa mengubah bentuk asli wajah.
"Biasanya habis treatment tertentu kulit jadi merah atau perlu recovery, tapi kali ini tidak. Kulit terasa lebih firm dan segar, tapi hasilnya tetap natural," ujar Sylvie Cendana, Influencer.
Sependapat dengan hal itu, influencer Angelica menyoroti pentingnya perawatan klinis yang efisien bagi masyarakat urban. Menurutnya, tindakan estetika modern sangat menunjang rasa percaya diri di tengah padatnya mobilitas sehari-hari.
"Buat aku yang paling terasa itu confidence. Kadang kita sibuk dan kurang maksimal merawat diri, jadi treatment seperti ini membantu menjaga kondisi kulit tetap baik," kata Angelica, Influencer.
Pihak distributor resmi teknologi tersebut, idsMED Aesthetics Indonesia, mengonfirmasi bahwa permintaan pasar global memang sedang mengarah pada aspek perawatan regeneratif. Aktris Korea Selatan Park Shin Hye bahkan telah ditunjuk sebagai Global Brand Ambassador untuk teknologi yang telah mengantongi izin Food and Drug Administration (FDA) ini.
"Kolaborasi bersama Ace Dermatology untuk menghadirkan XERF menjadi bagian dari perkembangan industri estetika yang semakin advanced dan patient-oriented," ujar Andy Rahardja, Vice President of idsMED Aesthetics Indonesia.
Sebelum meluncurkan teknologi ini ke pasar domestik, pihak distributor mengklaim telah melakukan kajian mendalam terhadap berbagai hasil uji klinis. Target utamanya adalah mengakomodasi kebutuhan pasien yang mendambakan prosedur instan tanpa masa pemulihan yang lama.
"Kami ingin menghadirkan teknologi yang tidak hanya efektif, tetapi juga nyaman bagi pasien dengan minimal downtime," tutur Marisa Theresia, Head of Aesthetics idsMED Indonesia.