Emiten penyewaan kendaraan untuk industri tambang, PT Transkon Jaya Tbk (TRJA), memperluas ekspansi bisnisnya dengan menambahkan kegiatan usaha baru. Langkah strategis ini diambil guna merespons lonjakan permintaan pasar yang terus bertumbuh.
Untuk mematangkan rencana tersebut, emiten berkode saham TRJA ini dijadwalkan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (20/5/2026). Pengumuman ini disampaikan manajemen dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip dari Industri.
Perusahaan berencana menambah kegiatan usaha penunjang yang mencakup tiga bidang. Bidang tersebut adalah Angkutan Darat Lainnya untuk Penumpang (KLBI 2020: 49429), Angkutan Bus Tidak Dalam Trayek lainnya (KLBI 2020: 49229), dan Angkutan Sewa (KBLI 2020: 49422).
Direktur TRJA, R Alexander J. Syauta menjelaskan bahwa rencana ekspansi ini tidak membutuhkan modal awal sebelum pelaksanaannya. Pengeluaran modal ke depan akan sepenuhnya dialokasikan menggunakan dana operasi perseroan secara bertahap.
ÔÇ£Atas dasar tersebut, rencana penambahan kegiatan usaha perseroan tidak termasuk dalam kategori transaksi material sebagaimana yang dimaksud dalam POJK 17/2020,ÔÇØ tulis R Alexander J. Syauta dalam keterbukaan informasi tersebut.
Langkah penambahan bidang usaha ini menjadi strategi TRJA untuk memenuhi kebutuhan pasar serta menjaga kepuasan pelanggan melalui inovasi bisnis yang legal. Saat ini, perseroan masih berada dalam tahap perencanaan, pengembangan usaha, penyesuaian Anggaran Dasar, serta pemenuhan izin administratif.
Dorongan Proyek Ibu Kota Nusantara
Pertumbuhan kawasan industri dan sektor pertambangan di wilayah Kalimantan Timur menjadi salah satu pertimbangan utama. Terlebih, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) turut memicu lonjakan permintaan layanan transportasi yang signifikan.
Kebutuhan armada untuk angkutan karyawan, shuttle bus, hingga angkutan pemukiman di area tersebut kini tidak lagi dapat diakomodasi oleh cakupan KBLI yang dimiliki perusahaan saat ini.
ÔÇ£Dengan penambahan kode KBLI baru, Perseroan memiliki kapasitas untuk merespons kebutuhan pasar tersebut secara legal, terstruktur, dan berkelanjutan,ÔÇØ ujar R Alexander J. Syauta.
Sumber pembiayaan untuk rencana penambahan tiga KBLI baru ini diperhitungkan dari kas dan setara kas perseroan. Alokasi dana pembiayaan tersebut diproyeksikan akan terus berlanjut secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya.
Estimasi kebutuhan dana terbesar akan dialokasikan untuk pengadaan armada kendaraan baru selama periode proyeksi keuangan lima tahun ke depan.
ÔÇ£Terutama dalam pengadaan armada kendaraan baru yang selama 5 tahun periode proyeksi keuangan diperhitungkan akan berjumlah 665 unit kendaraan (berbagai tipe) yang bernilai sebesar Rp 108,9 miIiar, dan kemudian selanjutnya di kisaran Rp 15 miIiar - Rp 20 miIiar per tahunnya,ÔÇØ kata R Alexander J. Syauta.