Transaksi BRIGHTS Melonjak 1.327 Persen Dorong Kinerja BRI Danareksa Sekuritas

Transaksi BRIGHTS Melonjak 1.327 Persen Dorong Kinerja BRI Danareksa Sekuritas
Foto: Ilustrasi Transaksi BRIGHTS Melonjak 1.327 Persen Dorong Kinerja BRI Danareksa Sekuritas.

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) membukukan lonjakan kinerja yang signifikan sepanjang tahun 2025. Volume transaksi ekuitas melalui platform digital BRIGHTS tercatat melesat hingga 1.327% secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan tersebut dibarengi dengan kenaikan jumlah nasabah yang aktif bertransaksi sebesar 162%. Fakta ini dikutip dari laporan Investortrust terkait perkembangan industri pasar modal tanah air.

Secara keseluruhan, jumlah investor ritel BRIDS pada tahun 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 20%. Rata-rata nilai transaksi harian ritel meningkat 101%, sedangkan transaksi melalui kanal daring ritel melonjak hingga 134%.

Peningkatan performa juga terjadi pada lini reksa dana. Fitur SmartInvest Reksa Dana membukukan pertumbuhan dana kelolaan atau asset under management (AUM) sebesar 343%.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BRIDS, Fifi Virgantria, menjelaskan bahwa perusahaan secara konsisten mengembangkan aplikasi BRIGHTS. Platform ini mengintegrasikan transaksi saham, obligasi, dan reksa dana dalam satu ekosistem digital tanpa batas minimum deposit.

Aplikasi ini memiliki sejumlah fitur unggulan, termasuk Rekomendasi Saham berbasis profil risiko. Selain itu, terdapat fitur Smartinvest Reksa Dana untuk mengoptimalkan dana menganggur di Rekening Dana Nasabah (RDN), serta fitur Multievent Order.

ÔÇ£Platform ini dirancang agar investor pemula dapat bertransaksi tanpa perlu memantau pasar secara aktif,ÔÇØ ujar Fifi dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id, Selasa (5/5/2026).

Dominasi Investor Muda di Pasar Modal Indonesia

Data internal menunjukkan jumlah investor pasar modal di Indonesia telah menembus angka 20,34 juta per Desember 2025. Angka ini mencerminkan pertumbuhan besar dari posisi tahun 2022 yang berada di angka 12,16 juta.

Dari total demografi tersebut, sebanyak 54,24% investor saat ini berusia di bawah 30 tahun. Laporan data juga menunjukkan bahwa 48,75% di antaranya memiliki penghasilan bulanan di bawah nominal Rp 10 juta.

Dominasi generasi muda ini mengubah peta permintaan di industri sekuritas. Kemudahan akses digital, proses onboarding yang cepat, serta fitur investasi modal terjangkau menjadi faktor keunggulan kompetitif utama.

Pihak manajemen merespons pergeseran tren pasar tersebut dengan memperkuat infrastruktur teknologi BRIGHTS. Langkah ini dipadukan dengan pelaksanaan program edukasi pasar modal dalam skala nasional.

Apresiasi Dua Penghargaan Industri pada Tahun 2026

Langkah transformasi digital tersebut mendapat pengakuan dari dua lembaga independen sekaligus pada tahun 2026. BRIDS berhasil mengamankan penghargaan berskala domestik dan internasional.

FinanceAsia menganugerahkan penghargaan Best Domestic Securities Services 2026 sebagai apresiasi atas kualitas pelayanan menyeluruh. Di sisi lain, Warta Ekonomi Research and Consulting (WERC) memberikan penghargaan The Most Innovative Digitalization of Securities dalam ajang Indonesia Digital Innovation Awards (IDIA) 2026.

ÔÇ£Pengakuan dari dua lembaga dengan perspektif yang berbeda, yaitu dari sisi kualitas layanan dan inovasi digital, menjadi bukti bahwa transformasi yang kami jalankan berdampak nyata,ÔÇØ tutur dia.

Indikator operasional menjadi bukti konkret keberhasilan strategi ekspansi perusahaan. Pertumbuhan ini mencakup lonjakan volume transaksi BRIGHTS sebesar 1.327%, kenaikan nasabah aktif 162%, dan pertumbuhan basis nasabah ritel sebesar 20%.

ÔÇ£Strategi yang kami jalankan menghasilkan pertumbuhan operasional yang signifikan,ÔÇØ ujar Fifi, tanpa merinci lebih lanjut angka-angka tersebut.

Sektor investor muda yang melek teknologi diproyeksikan akan terus menjadi penggerak utama pertumbuhan industri. Ketersediaan infrastruktur digital yang mumpuni kini menjadi prasyarat mutlak untuk dapat bersaing secara berkelanjutan.

Akselerasi Program Edukasi Nasional dan Inklusi Keuangan

Pengembangan produk teknologi dinilai harus berjalan selaras dengan peningkatan pemahaman publik mengenai pasar keuangan. Guna mencapai target tersebut, BRIDS gencar menggelar ribuan sesi edukasi di berbagai wilayah.

Sejak Januari 2025 hingga Maret 2026, perusahaan telah melaksanakan sebanyak 1.918 sesi edukasi pasar modal. Inisiatif ini berhasil menjangkau total 84.331 peserta melalui serangkaian program khusus seperti Sapa Mentari, Skrinbar, Eduvest, dan Roadshow Eduvest.

ÔÇ£Selain itu, BRIDS rutin menyelenggarakan Education Day setiap hari Kamis, yang dilaksanakan serentak seluruh cabang BRIDS di seluruh Indonesia secara massif,ÔÇØ ucap dia.

Rangkaian kegiatan edukasi berkala tersebut menempatkan perusahaan sebagai salah satu pelaku industri sekuritas yang paling aktif dalam literasi pasar modal nasional.

ÔÇ£Hal itu selaras dengan program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai gerakan literasi dan inklusi keuangan berskala nasional,ÔÇØ pasar dia.

Artikel terkait

Rekomendasi