Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian meninjau perkembangan pembangunan hunian sementara di Desa Tunyang, Bener Meriah, Aceh, Senin (20/4/2026). Kunjungan ini bertujuan memastikan kualitas hunian bagi penyintas banjir dan tanah longsor yang terjadi Desember 2025.
Pembangunan kawasan hunian sementara atau huntara tersebut dilansir dari Nasional menunjukkan kemajuan signifikan dalam waktu dua bulan. Tito mengapresiasi kolaborasi pemerintah daerah yang telah menyediakan lahan datar sehingga mempercepat proses konstruksi fisik di wilayah perbukitan tersebut.
"Saya datang dua bulan lalu bersama Pak Bupati dan Pak Wagub, saat itu lokasi ini masih tahap awal. Sekarang sudah berubah total. Ini luar biasa," ujar Tito.
Ketua Satgas PRR tersebut menjelaskan bahwa ketersediaan lahan datar menjadi faktor krusial yang menentukan kecepatan pembangunan di lapangan. Menurut penjelasannya, dukungan Bupati Bener Meriah dalam penyediaan lokasi sangat membantu mempermudah pengerjaan infrastruktur hunian.
"Di banyak daerah, mencari lahan datar untuk huntara sangat sulit karena kondisi perbukitan. Di sini, lahan sudah siap sehingga pembangunan bisa cepat dilakukan," jelas Tito.
Kawasan huntara di Desa Tunyang dirancang sebagai ruang hidup yang layak dengan permukaan tanah berbatu agar tidak becek saat hujan. Penataan lingkungan mencakup pengerasan jalan akses untuk mendukung mobilitas harian para warga terdampak bencana.
"Penataan seperti ini penting karena huntara bukan hanya tempat tinggal sementara, tetapi juga ruang hidup yang harus layak," ujar Tito.
Fasilitas pendukung di lokasi telah terintegrasi, mulai dari unit bangunan utama hingga sarana umum seperti dapur, toilet, dan tempat ibadah. Kawasan ini juga dilengkapi ruang terbuka hijau serta area bermain anak guna menjaga fungsi sosial masyarakat.
"Kami ingin memastikan selama di huntara, masyarakat tetap tinggal di tempat yang layak, sambil menunggu huntap selesai dibangun," kata Tito.
Pemerintah pusat saat ini terus mendorong percepatan pembangunan hunian tetap agar masyarakat segera mendapatkan tempat tinggal permanen. Evaluasi di Desa Tunyang ini akan menjadi acuan pembangunan hunian bencana di daerah lain dengan tantangan geografis serupa.