Perjalanan jauh saat mudik Lebaran 2026 menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum menjadi tantangan besar bagi orang tua yang membawa anak kecil. Menjaga kebugaran dan suasana hati anak agar tidak lemas selama berjam-jam di jalan merupakan hal utama yang harus dipersiapkan.
Merespons situasi ini, dr Gina Noor Djalilah SpA selaku Dosen Spesialis Anak Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya memberikan panduan praktis bagi para orang tua, seperti dilansir dari Kiaton. Kesiapan yang matang dari segi asupan nutrisi hingga stimulasi mental menjadi faktor penentu kenyamanan anak.
Mengendalikan keinginan jajan pada anak sering kali menjadi kendala terbesar selama perjalanan mudik. Orang tua kerap menuruti permintaan makanan manis dari anak agar mereka tidak rewel.
Namun, dr Gina mengingatkan bahwa pemberian gula secara berlebihan dapat mengganggu sistem pertahanan tubuh anak. Gula menjadi asupan yang digemari oleh kuman serta virus karena berpotensi memicu peradangan di dalam tubuh.
Oleh karena itu, orang tua dituntut lebih selektif dalam menyajikan makanan dan minuman sepanjang perjalanan.
"Makanan yang mengandung pengawet, pewarna, serta pemanis buatan sebisa mungkin harus dikontrol. Memang tantangannya besar saat masa liburan seperti ini, baik dari keinginan anak maupun pengaruh keluarga sekitar," ujar dr Gina.
Strategi Menyiapkan Camilan Sehat dan Cairan
Orang tua disarankan membawa bekal buatan sendiri dari rumah untuk mengalihkan keinginan anak membeli jajan sembarangan. Langkah ini dinilai lebih aman dalam menjamin kebersihan dan kualitas bahan makanan.
Beberapa pilihan camilan sehat yang direkomendasikan meliputi kudapan praktis seperti nugget ayam atau nugget sayur buatan rumah. Orang tua juga dapat membuat nasi kepal yang dipadukan dengan nugget sayur agar menarik perhatian anak.
Selain itu, potongan buah segar seperti apel, pir, atau anggur bisa menjadi opsi penyegar yang alami.
Kebutuhan cairan juga memegang peranan krusial agar kondisi fisik anak tidak cepat terkuras. Orang tua wajib memberikan air mineral secara berkala kepada anak.
Konsumsi air yang cukup efektif membantu meredam rasa lapar yang berlebihan. Pemberian susu atau minuman sehat lainnya juga disarankan agar anak merasa kenyang lebih lama.
Mainan Edukatif untuk Mengatasi Kebosanan
Sisi psikologis anak juga perlu mendapat perhatian khusus agar mereka tidak merasa jenuh dan rewel di dalam kendaraan. Dokter spesialis anak yang berpraktik di RS Randegansari Husada Driyorejo ini menyarankan pemanfaatan mainan fisik daripada gawai digital.
Jenis permainan edukasi yang dapat digenggam, seperti buku cerita bergambar atau balok susun ringan, sangat direkomendasikan. Mainan tersebut mampu merangsang kemampuan motorik dan kognitif anak secara lebih optimal selama di perjalanan.
"Memberikan HP agar anak tidak rewel bukanlah solusi yang tepat. Sebaiknya gunakan mainan yang bisa melibatkan interaksi fisik dan kreativitas mereka," tutur dr Gina.