Honda Brio tetap menjadi salah satu kendaraan roda empat seken yang paling banyak dicari oleh masyarakat di Indonesia. Mobil perkotaan ini dinilai praktis untuk menunjang mobilitas harian karena memiliki dimensi ringkas, konsumsi bahan bakar irit, serta biaya perawatan yang ramah kantong.
Daya tarik tersebut membuat nilai jual kembali city car ini cenderung stabil di pasaran otomotif tanah air. Kendati demikian, para calon konsumen dituntut untuk tetap cermat dan teliti sebelum melakukan transaksi agar terhindar dari unit yang bermasalah.
Dilansir dari Otomotif, pemilik bengkel Iwan Motor di Solo, Iwan, mengungkapkan bahwa kendaraan ini pada dasarnya memiliki daya tahan yang baik untuk pemakaian sehari-hari.
"Untuk Honda Brio secara umum termasuk mobil yang bandel, irit, dan biaya perawatannya relatif ringan. Karena itu pasar bekasnya juga cukup bagus. Namun tetap ada beberapa hal yang biasanya perlu diperhatikan saat membeli Brio bekas," kata Iwan kepada Kompas.com, Senin (18/5/2026).
Masalah yang relatif sering ditemukan pada city car ini berada di sektor suspensi depan, terutama untuk unit yang kerap melewati jalanan bergelombang atau telah memiliki masa pakai yang lama.
"Kaki-kaki depan mulai bunyi kalau usia pemakaian sudah tinggi atau sering lewat jalan rusak," ucap Iwan.
Bagian setir, khususnya komponen rack steer, juga menjadi titik lain yang berpotensi mengalami kelonggaran atau menimbulkan suara benturan saat dikendarai.
"Rack steer kadang muncul gejala oblak atau bunyi gludug-gludug," kata dia.
Selain area kemudi, bagian penopang mesin atau engine mounting pada sejumlah unit dilaporkan mulai melemah, yang ditandai dengan munculnya getaran di dalam kabin saat kendaraan dalam posisi diam dengan mesin menyala.
"Engine mounting pada beberapa unit ada yang mulai getar saat stasioner," katanya.
Perawatan Transmisi dan Penyejuk Udara
Bagi konsumen yang mengincar varian transmisi otomatis, perhatian ekstra harus diberikan pada catatan perawatan pelumas transmisi CVT untuk menghindari kerusakan fatal yang memicu hentakan kasar.
"Transmisi CVT harus diperhatikan perawatannya. Kalau oli CVT telat ganti, biasanya muncul gejala gredek atau nyentak," kata Iwan.
Sektor penyejuk udara atau AC juga tidak boleh luput dari pemeriksaan menyeluruh karena penurunan fungsi pendinginan bisa terjadi akibat tumpukan kotoran pada evaporator maupun faktor usia komponen kompresor.
"AC kadang mulai kurang dingin karena evaporator kotor atau usia kompresor," ujarnya.
Oleh sebab itu, calon pembeli disarankan tidak hanya berpatokan pada angka jarak tempuh yang rendah di odometer, melainkan harus lebih memprioritaskan kejelasan rekam jejak servis berkala kendaraan.
"Usahakan cari unit yang servis berkalanya jelas. Ini lebih penting daripada sekadar kilometer rendah," kata Iwan.
Proses uji jalan atau test drive sangat dianjurkan sebelum melakukan pembayaran guna memastikan kinerja sistem penyalur tenaga dan suspensi berada dalam kondisi normal.
"Untuk CVT, test drive itu wajib. Rasakan apakah ada jedug, selip, atau getaran saat akselerasi," ujar Iwan.
Langkah proteksi terakhir yang wajib dilakukan adalah memastikan bahwa unit tersebut bebas dari riwayat kecelakaan berstruktur besar maupun dampak dari rendaman banjir.
"Cek sambungan rangka, warna cat, baut-baut kap mesin, dan karpet dasar kabin," kata dia.
Pengecekan menyeluruh pada sektor dapur pacu, sistem kelistrikan, dan AC menjadi hal yang krusial mengingat mobil jenis ini umumnya memiliki intensitas pemakaian harian yang cukup tinggi.
"Pastikan semua fitur normal karena kadang mobil city car dipakai harian cukup keras," ucap Iwan.