Tim SAR dan petugas KAI berhasil mengevakuasi seluruh korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Selasa pagi, 28 April 2026. Operasi penyelamatan intensif ini berlangsung selama 12 jam sejak Senin malam, 27 April 2026, guna memastikan keselamatan para penumpang yang terjebak.
Dilansir dari Kompas, penanganan di lokasi kejadian dilanjutkan dengan proses evakuasi sarana kereta oleh petugas KAI hingga Selasa siang. Langkah ini dilakukan segera setelah lokomotif Kereta Argo Bromo berhasil ditarik dan dipisahkan dari badan KRL yang terlibat kecelakaan.
Pihak Tim SAR memberikan konfirmasi bahwa penyisiran di dalam gerbong telah dinyatakan selesai dan dipastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal. Seluruh individu yang berhasil dievakuasi dalam peristiwa ini merupakan perempuan dengan kategori usia dewasa.
Para korban yang telah dikeluarkan dari rangkaian kereta langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, salah satu jenazah korban bernama Nuryati yang berusia 62 tahun dijadwalkan dimakamkan di TPU Karet Bivak pada hari Selasa tersebut.
Petugas di lapangan masih terus melakukan normalisasi jalur setelah badan lokomotif dan KRL berhasil dipisahkan. Proses ini menjadi fokus utama agar layanan perjalanan kereta di area Stasiun Bekasi Timur dapat kembali beroperasi secara normal pasca kecelakaan hebat tersebut.