Tim Gabungan Evakuasi Korban Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek

Tim Gabungan Evakuasi Korban Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek
Foto: Ilustrasi Tim Gabungan Evakuasi Korban Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.

Sebanyak 163 unit ambulans dikerahkan untuk mengevakuasi korban kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di emplasemen Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4/2026). Operasi penyelamatan ini dilakukan secara serentak guna membawa para korban menuju sepuluh rumah sakit di wilayah Kota Bekasi dan sekitarnya.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung kondisi para korban di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Megapolitan, insiden maut tersebut mengakibatkan 15 penumpang KRL meninggal dunia dan 84 orang lainnya mengalami luka-luka.

"Tadi malam ratusan ambulans dikerahkan, ada 163 ambulans dikerahkan secara serentak untuk membawa korban yang berhasil dievakuasi menuju ke berbagai rumah sakit," ujar AHY, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Pemerintah menekankan bahwa mobilisasi cepat armada medis menjadi kunci utama dalam menangani tragedi berskala besar ini. AHY menilai langkah taktis di lapangan sangat krusial untuk meminimalisir jumlah fatalitas akibat benturan keras antar-rangkaian kereta tersebut.

"Karena dalam situasi kritis, memang kecepatan penanganan evakuasi ini yang akan menentukan, yang akan menyelamatkan manusia. Intinya kita saat ini ingin memastikan bahwa semua korban tentunya bisa menjalani perawatan medis yang baik," kata AHY, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Data rumah sakit menunjukkan RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid menjadi pusat perawatan utama dengan menangani 72 pasien. Dari jumlah tersebut, 54 orang menjalani rawat inap, 15 pasien diperbolehkan pulang untuk rawat jalan, dan tiga orang dilaporkan meninggal dunia.

"Tadi saya sempat melihat beberapa yang masih berada di ruangan-ruangan menunggu operasi dan lain sebagainya. Tadi saya juga sempat berdialog dengan pasien, kondisinya beragam, ada yang mengalami patah atau dislokasi di pundaknya, di kakinya, di tangannya," jelas AHY, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Meskipun menderita luka fisik yang serius, kondisi psikis para korban terpantau stabil dan mendapatkan pendampingan penuh. Penanganan medis juga melibatkan kolaborasi lintas instansi termasuk Jasa Raharja dan BPJS Kesehatan untuk menjamin pembiayaan perawatan.

"Terima kasih ini atas kecepatan penanganan dari wali kota dan tim, termasuk RSUD dan KAI bekerja sama tentunya dengan Jasa Raharja sebagai penyedia asuransi dan juga BPJS Kesehatan yang semuanya berupaya yang terbaik," ucap AHY, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Kronologi kejadian bermula saat KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi GambirÔÇôSurabaya Pasar Turi pada Senin malam pukul 20.52 WIB. Insiden terjadi tepat di KM 28+920, sementara 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat tanpa cedera.

Artikel terkait

Rekomendasi