TikTok secara resmi meluncurkan layanan langganan baru tanpa iklan bagi para pengguna di Inggris pada Senin (11/5/2026) waktu setempat. Langkah ini diambil perusahaan milik ByteDance untuk memberikan pilihan pengalaman penggunaan aplikasi sekaligus merespons regulasi privasi data yang semakin ketat.
Dilansir dari Tekno, para pengguna dapat menikmati layanan tersebut dengan membayar biaya langganan sebesar 3,99 poundsterling atau sekitar Rp 90.000 per bulan. Skema ini tidak hanya menghapus iklan dari linimasa, tetapi juga menonaktifkan pelacakan data untuk keperluan iklan personalisasi.
Fitur ini akan diperkenalkan secara bertahap dalam beberapa bulan mendatang khusus bagi pengguna yang telah berusia 18 tahun ke atas. Nantinya, akan muncul notifikasi pop-up yang meminta pengguna memilih antara tetap menggunakan versi gratis dengan iklan atau beralih ke paket berbayar.
Pihak manajemen menjelaskan bahwa opsi ini dirancang untuk memberikan kendali lebih besar kepada komunitas pengguna terkait bagaimana mereka berinteraksi di dalam platform tersebut.
ÔÇ£Kami percaya memberi komunitas pilihan tentang bagaimana mereka menikmati TikTok adalah salah satu cara terbaik untuk mendukung discovery, connection, dan inspirasi,ÔÇØ kata TikTok.
Meskipun iklan pada tab For You Page (FYP) akan hilang, pelanggan tetap dapat melihat konten bersponsor dari para kreator, seperti video endorse. Paket langganan ini murni hanya untuk menghilangkan gangguan iklan tanpa menambahkan fitur fungsionalitas khusus lainnya pada aplikasi.
Kebijakan baru ini dipicu oleh tekanan regulasi privasi di Inggris yang sebelumnya juga menjerat Meta terkait penggunaan data pribadi untuk iklan tertarget. Model bisnis "setuju atau bayar" ini menjadi solusi agar perusahaan tetap bisa beroperasi sesuai aturan hukum yang berlaku.
Analis media sosial memberikan pandangan mengenai pergeseran tren penggunaan platform digital yang kini mulai membatasi akses data pribadi bagi pengguna yang bersedia membayar.
ÔÇ£Dulu konsepnya adalah pakai aplikasi gratis lalu melihat iklan. Sekarang konsepnya berubah jadi pakai aplikasi gratis dan biarkan datamu dipakai untuk iklan personal, atau bayar untuk keluar dari sistem itu,ÔÇØ kata Navarra kepada BBC.
Pengamat menilai adanya potensi stratifikasi kelas pengguna internet berdasarkan kemampuan membayar demi menjaga privasi mereka. Di sisi lain, TikTok tetap menekankan peran krusial sistem iklan mereka bagi pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UKM) di Inggris dalam menjangkau pasar yang lebih luas.