Tensi Geopolitik Memanas, AS Tetap Jadi Tujuan Terpopuler Pendaftar LPDP 2026

Tensi Geopolitik Memanas, AS Tetap Jadi Tujuan Terpopuler Pendaftar LPDP 2026
Foto: Tensi Geopolitik Memanas, AS Tetap Jadi Tujuan Terpopuler Pendaftar LPDP 2026. (Illustration by Pexels)

Minat masyarakat Indonesia untuk melanjutkan studi ke Amerika Serikat (AS) ternyata tetap tinggi di tengah situasi geopolitik dunia yang sedang memanas. Banyak calon mahasiswa jenjang S2 yang tetap mantap memilih Negeri Paman Sam tersebut sebagai destinasi pendidikan utama mereka.

Kepala Subdivisi Komunikasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Risqi Sita Novanti, menjelaskan bahwa pilihan negara tujuan para pendaftar beasiswa sangat bervariasi. Meski demikian, ada beberapa kawasan yang tetap menjadi primadona bagi para pencari beasiswa.

Daftar wilayah yang paling banyak diminati oleh pendaftar beasiswa LPDP antara lain:

  • Amerika Serikat
  • Uni Eropa
  • Australia

Pernyataan tersebut disampaikan Risqi saat menghadiri acara Jogja Financial Festival yang berlangsung di Jogja Expo Center pada Jumat, 22 Mei 2026. Ia menekankan bahwa Amerika Serikat masih memegang daya tarik yang kuat bagi para pendaftar.

Risqi memaparkan bahwa berdasarkan data penerimaan dan persiapan keberangkatan terakhir, jurusan-jurusan di universitas Amerika Serikat masih sangat diminati. Walaupun begitu, ia mencatat bahwa Australia sempat menempati posisi teratas dengan jumlah pendaftar terbanyak pada periode terbaru.

Terkait isu keamanan akibat ketegangan politik di AS, Risqi menilai hal tersebut tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap keputusan para penerima beasiswa (awardee). Faktor pendukung dari pihak universitas menjadi alasan utama ketenangan para mahasiswa.

Menurutnya, pihak kampus di Amerika Serikat sangat proaktif dalam memantau situasi dan memberikan informasi terkini bagi mahasiswa internasional. Bantuan informasi tersebut sangat membantu para awardee untuk beradaptasi dan tinggal dengan nyaman di luar negeri.

Tren pemilihan lokasi studi ini ternyata tidak hanya berlaku bagi jenjang magister atau S2 saja. Para pelamar untuk jenjang doktoral atau S3 juga menunjukkan pola minat yang serupa dalam memilih negara tujuan.

Destinasi favorit bagi pelamar jenjang S3 mencakup wilayah berikut:

  • Amerika Serikat
  • Kawasan Uni Eropa
  • Australia

Ketiga wilayah ini tetap menjadi kiblat utama bagi mereka yang ingin mendalami riset dan akademik di level tertinggi. Dari tahun ke tahun, antusiasme masyarakat untuk mendaftar beasiswa LPDP ke luar negeri terus mengalami peningkatan yang cukup pesat.

Selain minat ke mancanegara, persaingan untuk studi di dalam negeri juga tetap kompetitif. Kampus-kampus lokal yang menyandang status favorit masih mendominasi pilihan pendaftar yang ingin berkuliah di tanah air.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia kini tengah memberikan perhatian khusus pada disiplin ilmu tertentu. Fokus pengembangan sumber daya manusia saat ini lebih diarahkan pada bidang-bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Risqi menambahkan bahwa sebaran peminat pada jurusan-jurusan berbasis STEM ini tergolong sangat beragam. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat fondasi teknologi dan sains di masa depan.

Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih mendalam, layanan konsultasi LPDP kini hadir secara langsung di Yogyakarta. Booth LPDP tersedia dalam rangkaian acara Jogja Financial Festival bagi para pengunjung.

Pelajar maupun mahasiswa yang hadir dapat berkonsultasi mengenai berbagai persyaratan dan teknis pendaftaran beasiswa. Kehadiran booth ini bertujuan untuk mempermudah akses informasi bagi calon pendaftar di daerah tersebut.

Kategori Informasi Detail Keterangan
Negara Tujuan Terpopuler Amerika Serikat, Uni Eropa, Australia
Fokus Bidang Studi STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika)
Jenjang Prioritas Magister (S2) dan Doktoral (S3)
Lokasi Layanan Informasi Jogja Expo Center (Jogja Financial Festival)

Tabel di atas merangkum poin-poin penting mengenai tren pendaftaran beasiswa LPDP tahun 2026. Meskipun faktor eksternal seperti geopolitik sempat menjadi perhatian, kualitas pendidikan di negara tujuan tetap menjadi pertimbangan utama bagi para kandidat.

Artikel terkait

Rekomendasi