Telkomsel Raup Laba Bersih Rp19,7 Triliun Sepanjang Tahun 2025

Telkomsel Raup Laba Bersih Rp19,7 Triliun Sepanjang Tahun 2025
Foto: Ilustrasi Telkomsel Raup Laba Bersih Rp19,7 Triliun Sepanjang Tahun 2025.

PT Telkomsel berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp19,7 triliun dan meraup pendapatan mencapai Rp109,3 triliun sepanjang tahun 2025. Capaian positif yang didorong oleh transformasi layanan digital dan peningkatan konsumsi data ini diumumkan dalam keterangan resmi pada Kamis (21/5/2026).

Pertumbuhan kinerja keuangan emiten telekomunikasi tersebut, seperti dilansir dari Suara, terjadi seiring dengan peringatan hari jadi perusahaan yang memasuki usia ke-31 tahun. Sektor bisnis digital kini memegang peranan krusial dengan menyumbang lebih dari 95 persen dari total pendapatan layanan mobile perusahaan.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho menjelaskan bahwa periode setahun penuh pada tahun lalu menjadi tonggak strategis dalam memperkuat basis bisnis perusahaan.

"Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Telkomsel dalam memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih sehat, berkualitas, dan berkelanjutan," ujar Nugroho, Direktur Utama Telkomsel.

Guna menghadapi situasi pasar yang dinamis, manajemen tetap mengedepankan nilai pelanggan serta kualitas layanan broadband yang relevan bagi masyarakat. Selain itu, optimalisasi infrastruktur terus dipacu untuk menopang lonjakan kebutuhan internet di berbagai daerah.

Faktor utama pendorong kinerja ini adalah kenaikan trafik data sebesar 15 persen secara tahunan. Berdasarkan catatan operasional, jumlah pelanggan Telkomsel kini menyentuh angka 156,1 juta pengguna, dengan nilai rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) yang terkerek naik menjadi Rp45 ribu.

Ekspansi bisnis juga merambah ke sektor fixed broadband yang kini mencatatkan lebih dari 10 juta pelanggan, dengan tingkat penetrasi layanan konvergensi digital mencapai 59 persen. Perusahaan turut mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) pada aplikasi MyTelkomsel serta mengklaim telah membantu menaikkan omzet UMKM hingga rata-rata 32 persen.

Dari sisi infrastruktur, perusahaan telah mengoperasikan lebih dari 293 ribu Base Transceiver Station (BTS) di seluruh Indonesia, termasuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

"Telkomsel akan terus memperkuat perannya sebagai digital ecosystem enabler melalui pengembangan konektivitas broadband, layanan digital terintegrasi, serta pemanfaatan teknologi berbasis AI untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang semakin seamless, relevan, dan bernilai," kata Nugroho, Direktur Utama Telkomsel.

Artikel terkait

Rekomendasi