Telkom Indonesia Kembangkan Empat Mesin Pertumbuhan Dongkrak Kinerja

Telkom Indonesia Kembangkan Empat Mesin Pertumbuhan Dongkrak Kinerja
Foto: Ilustrasi Telkom Indonesia Kembangkan Empat Mesin Pertumbuhan Dongkrak Kinerja.

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sedang mengembangkan empat mesin pertumbuhan baru guna memperkuat performa keuangan perseroan di masa depan. Langkah strategis ini dilakukan untuk mengoptimalkan potensi pasar telekomunikasi nasional yang masih menunjukkan tren pertumbuhan positif menurut laporan Investortrust.

Analis BCA Sekuritas Mohammad Fakhrul Arifin menjelaskan bahwa Telkom memiliki empat fokus utama sebagai pilar bisnis masa depan. Fokus pertama adalah penguatan fixed mobile convergence (FMC) dan Customer Value Management (CVM) untuk meningkatkan rata-rata pendapatan per pelanggan.

"Kami memperkirakan sebanyak 8 juta pelanggan rumah Indonesia berpotensi melakukan cross sell dan uptrading layanan yang ditawarkan perseroan. Hal ini diharapkan mendorong pertumbuhan keuangan ke depan," tulis Mohammad Fakhrul Arifin, Analis BCA Sekuritas.

Fokus kedua mencakup pengembangan Infraco melalui konsolidasi infrastruktur telekomunikasi untuk digunakan bersama oleh industri. Sementara fokus ketiga adalah penguatan Data Center Co melalui kemitraan strategis dan ekspansi pusat data skala besar di tingkat regional.

Pilar keempat melibatkan pemisahan profil pelanggan bisnis digital untuk menawarkan layanan B2B yang lebih spesifik. Fakhrul memprediksi pertumbuhan kinerja keuangan tahun ini akan berada di angka satu digit namun terbuka untuk akselerasi jangka panjang.

Tim riset Mandiri Sekuritas turut memproyeksikan bahwa berbagai aksi korporasi tersebut akan mendongkrak pendapatan dan EBITDA dalam jangka menengah. Salah satu contoh nyata adalah pembangunan pusat data secara masif di wilayah Cikarang dan Batam.

"Hal ini akan membantu perusahaan utnuk meningkatkan pertumbuhan pendapatan dan EBITDA ke depan setelah data center mulai dimonetisasi paling cepat tahun depan," tulis Tim riset Mandiri Sekuritas.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Brandon Boedhiman dan Jonathan Guyadi, menilai prospek industri telekomunikasi tetap menjanjikan karena rendahnya penetrasi internet nasional yang baru mencapai 67 persen. Kondisi tersebut memberikan ruang pertumbuhan sektor telekomunikasi hingga senilai US$ 17,8 miliar pada 2027.

"Tingkat penetrasi yang cenderung rendah tersebut mengindikasikan adanya ruang pertumbuhan yang besar bagi sektor telekomunikasi Indonesia dengan nilai diperkirakan mencapai US$ 17,8 miliar pada 2027," ungkap Brandon Boedhiman dan Jonathan Guyadi, Analis Samuel Sekuritas Indonesia.

Digitalisasi di dunia usaha diprediksi akan semakin populer karena mampu memangkas biaya operasional sebesar 5 hingga 10 persen. Telkom dianggap sebagai pihak yang paling diuntungkan dari potensi pasar broadband dan layanan 5G yang terus berkembang.

"Kami percaya bahwa digitalisasi akan semakin populer di dunia usaha Indonesia. Sebab, digitalisasi diperkirakan dapat membantu perusahaan memangkas biaya sebesar 5- 10% dan meningkatkan produktivitas keseluruhan secara signifikan, sekaligus mengatasi masalah rendahnya produktivitas di Indonesia," terangnya.

Pihak manajemen Telkom menegaskan bahwa transformasi perusahaan saat ini sudah berada di jalur yang benar. Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah menyatakan bahwa bisnis digital memberikan kontribusi yang terus meningkat bagi perusahaan.

"Pergeseran ini menunjukkan bahwa transformasi perusahaan berada di jalur yang benar untuk tetap tumbuh secara berkelanjutan," kata Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkom.

Perseroan juga terus berinvestasi pada spektrum frekuensi serta infrastruktur kabel laut untuk mengamankan kualitas layanan di masa mendatang. Ririek menekankan bahwa investasi jangka panjang ini akan berdampak positif pada performa grup secara keseluruhan.

"Telkom juga berniat mengakusisi tambahan spektrum frekuensi 2,1 Ghz dan 2,3 GHz untuk mengamankan kapasitas dan kualitas layanan TelkomGroup di masa mendatang. Investasi jangka panjang ini akan berdampak positif pada layanan dan kinerja Telkom," kata Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkom.

Pada semester I-2023, TLKM mencatat pendapatan konsolidasian sebesar Rp 73,5 triliun. Meskipun laba bersih sedikit terkoreksi 4,16 persen secara tahunan, integrasi layanan seperti penggabungan IndiHome ke Telkomsel diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan fokus pada segmen B2B.

Artikel terkait

Rekomendasi