PT Telkom Indonesia Tbk Siapkan Rp1 Triliun Untuk Buyback Saham

PT Telkom Indonesia Tbk Siapkan Rp1 Triliun Untuk Buyback Saham
Foto: Ilustrasi PT Telkom Indonesia Tbk Siapkan Rp1 Triliun Untuk Buyback Saham.

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) berencana melakukan pembelian kembali atau buyback saham dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp1 triliun di tengah kondisi pasar saham yang sedang tertekan.

Aksi korporasi emiten pelat merah tersebut dilansir dari Investasi pada Senin, 18 Mei 2026, yang melaporkan bahwa harga saham TLKM ditutup naik 120 poin atau 4,05 persen ke level Rp3.080 per saham dibandingkan hari sebelumnya.

Nilai akumulasi penguatan saham TLKM mencapai 150 poin atau 5,12 persen selama lima hari perdagangan terakhir, meskipun sejak awal tahun 2026 sempat melemah dengan total penyusutan sebesar Rp390 poin atau 11,24 persen.

Untuk memuluskan langkah tersebut, manajemen Telkom akan meminta persetujuan dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Juni 2026.

Dana jumbo sebesar Rp1 triliun yang dialokasikan oleh perusahaan sudah mencakup biaya transaksi serta pengeluaran lainnya yang berkaitan langsung dengan proses buyback saham blue chip tersebut.

Pengamat Pasar Modal Hendra Wardana menilai rencana buyback ini menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar di tengah tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan arus keluar dana investor asing.

Menurut Hendra, langkah ini efektif menahan tekanan jual berlebihan, mengurangi volatilitas, menjaga stabilitas harga, meningkatkan kepercayaan investor, serta memperbaiki persepsi pasar terhadap fundamental perusahaan.

ÔÇ£Apalagi saat pasar sedang berada dalam fase panic selling dan sentimen eksternal lebih dominan dibanding kinerja fundamental,ÔÇØ jelas Hendra kepada Kontan, Senin (18/5/2026).

Hendra menambahkan bahwa buyback TLKM berpotensi lebih efektif menjaga kestabilan harga saham karena didukung oleh fundamental yang matang serta basis investor yang kuat.

ÔÇ£Ketika market mulai stabil dan tekanan net sell asing mereda, TLKM berpeluang kembali menjadi salah satu saham defensif pilihan investor institusi, terutama karena kombinasi valuasi,ÔÇØ tuturnya.

Sementara itu, pandangan lain datang dari Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta yang menilai langkah emiten ini sebagai strategi menjaga likuiditas perdagangan sekaligus menopang stabilitas harga.

Nafan memberikan rekomendasi beli untuk saham TLKM dengan target harga Rp3.220, sedangkan Hendra Wardana menilai saham ini layak untuk speculative buy dengan target pencapaian pada level Rp3.330.

Artikel terkait

Rekomendasi