Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan tarif spesial sebesar Rp1 untuk seluruh rute layanan Transjakarta pada Jumat, 24 April 2026. Kebijakan ini diterapkan dalam rangka memperingati Hari Angkutan Nasional 2026 guna mendorong masyarakat beralih ke moda transportasi publik.
Pemberlakuan biaya rendah ini bertujuan menciptakan mobilitas warga yang lebih efisien serta ramah lingkungan sebagaimana dilansir dari Kompas. Penyesuaian tarif tersebut dikonfirmasi mencakup layanan Bus Rapid Transit (BRT) maupun non-BRT di seluruh wilayah Jakarta.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani memberikan rincian bahwa akses harga khusus ini tersedia bagi pelanggan selama 24 jam penuh. Ketentuan ini mulai berlaku sejak pukul 00.00 hingga 23.59 WIB pada hari peringatan tersebut.
"Melalui tarif Rp1, kami ingin memberikan kemudahan sekaligus mengajak lebih banyak warga beralih ke angkutan umum sebagai pilihan mobilitas yang efisien dan berkelanjutan," ujar Ayu Wardhani, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta.
Meskipun tarif umum mengalami penyesuaian, sejumlah kategori layanan Transjakarta dipastikan tetap tidak dipungut biaya atau tarif Rp0. Hal ini merujuk pada regulasi yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya.
| Jenis Layanan | Besaran Tarif | Dasar Hukum |
|---|---|---|
| Mikrotrans | Rp0 | Pergub DKI No. 160 Tahun 2016 |
| Transjakarta Cares (Transcare) | Rp0 | Pergub DKI No. 160 Tahun 2016 |
| Layanan Khusus Penerima Manfaat | Rp0 | Pergub DKI No. 160 Tahun 2016 |
Manajemen Transjakarta memandang momentum Hari Angkutan Nasional sebagai langkah strategis untuk mengubah gaya hidup masyarakat dalam bermobilitas. Pihak pengelola berkomitmen untuk terus menjaga standar keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa transportasi bus tersebut.
"Kami berharap momentum ini dapat semakin meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi publik, tidak hanya pada peringatan Hari Angkutan Nasional, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup mobilitas sehari-hari yang lebih efisien dan ramah lingkungan," tutur Ayu Wardhani, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta.
Inisiatif ini diharapkan dapat menekan tingkat ketergantungan warga terhadap penggunaan kendaraan pribadi di jalanan ibu kota. Masyarakat di wilayah Jakarta dan sekitarnya dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mencoba berbagai rute yang tersedia dengan biaya minimal.