Prabowo Targetkan Renovasi 288.000 Sekolah Rampung pada 2028

Prabowo Targetkan Renovasi 288.000 Sekolah Rampung pada 2028
Foto: Ilustrasi Prabowo Targetkan Renovasi 288.000 Sekolah Rampung pada 2028.

Presiden Prabowo Subianto menetapkan target penyelesaian renovasi terhadap 288.000 bangunan sekolah di seluruh Indonesia agar rampung pada tahun 2028. Pernyataan tersebut disampaikan usai ia meninjau fasilitas di SMAN 1 Cilacap pada Rabu (29/4/2026) sebagaimana disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Percepatan perbaikan sarana pendidikan ini menjadi fokus pemerintah untuk memastikan seluruh fasilitas belajar mengajar layak digunakan. Berdasarkan laporan Nasional, rencana tersebut mencakup pengerjaan bertahap setiap tahunnya guna mencapai target total ratusan ribu sekolah.

"I berharap semua sekolah akan selesai 2028. Kita kalau tidak salah punya 288.000 sekolah," kata Presiden Prabowo Subianto.

Realisasi program ini telah dimulai sejak periode sebelumnya dengan belasan ribu sekolah yang sudah diperbaiki. Prabowo merinci bahwa pada tahun 2025 lalu, terdapat 17.000 unit sekolah yang telah menjalani proses renovasi fisik.

"Tahun ini sudah 70.000 sekolah (renovasi)," kata Prabowo.

Untuk periode tahun 2026, Kepala Negara mengupayakan volume perbaikan sekolah yang lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah memproyeksikan penyelesaian puluhan ribu sekolah tambahan pada akhir tahun ini sebelum melanjutkan sisa beban kerja pada dua tahun berikutnya.

"Kalau tahun ini berarti 87.000 akan selesai akhir tahun, berarti kita masih punya 200.000. Kalau 100.000 (di tahun) 2027, 100.000 (di tahun) 2028, semua sekolah Indonesia sudah diperbaiki," tutur Prabowo.

Selain fokus pada infrastruktur bangunan, pemerintah juga berkomitmen meningkatkan standar mutu pendidikan di dalam kelas. Penegasan diberikan bahwa renovasi fisik harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sarana pendukung pembelajaran.

"Sekolah yang sudah diperbaiki pun harus kita tambah kualitasnya, ya," tegasnya.

Implementasi teknologi digital menjadi poin penting dalam peningkatan kualitas tersebut melalui pengadaan layar digital atau smartboard. Presiden menginginkan penggunaan smart classroom agar proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif dan memudahkan siswa mendalami materi secara mandiri.

"Ya smart classroom. Sekarang baru satu per sekolah ya? Ada yang dua. Ini hebat, sudah dua. Berarti target kita masih tiap sekolah mungkin empat, tiga, empat lagi. Tahun ini kita perjuangkan tiga tambahan ke seluruh Indonesia," tuturnya.

Rencana strategis lainnya mencakup pembentukan studio pusat di Jakarta untuk memfasilitasi distribusi materi dari tenaga pendidik terbaik. Program ini diharapkan dapat memeratakan akses pembelajaran bahasa asing berkualitas bagi seluruh siswa sekolah dasar di Indonesia.

"Bahasa Inggris, ya kita ambil native speaker, dia bisa ngajar ke semua yang perlu. Bahasa Mandarin begitu. Kita mau tambah anak-anak sekolah kita harus bisa Bahasa Inggris, Mandarin, dan beberapa bahasa asing mulai dari SD, ya," tutur Prabowo.

Artikel terkait

Rekomendasi