PT Mega Perintis Tbk Targetkan Pertumbuhan Kinerja pada 2026

PT Mega Perintis Tbk Targetkan Pertumbuhan Kinerja pada 2026
Foto: Ilustrasi PT Mega Perintis Tbk Targetkan Pertumbuhan Kinerja pada 2026.

PT Mega Perintis Tbk (ZONE) membidik peningkatan angka penjualan serta laba bersih di sepanjang tahun 2026 meski kondisi ekonomi global dan nilai tukar rupiah masih mengalami tekanan berat, dilansir dari Industri pada Selasa (19/5/2026).

Langkah ekspansi dan operasional dilakukan secara lebih waspada oleh emiten yang bergerak di bidang ritel fesyen tersebut. Manajemen berupaya mengantisipasi ketidakpastian pasar dengan strategi bisnis yang terukur.

"ZONE menghadapi situasi ini dengan lebih berhati-hati dengan tetap merencanakan pertumbuhan baik sales maupun profit," ujar Direktur Utama Mega Perintis, Franxiscus Afat Adinata Nursalim.

Kenaikan harga minyak dunia akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu faktor eksternal yang diwaspadai. Tekanan tersebut kian bertambah seiring dengan menguatnya mata uang dolar AS terhadap rupiah.

Kendati demikian, kebijakan pemerintah yang fokus pada pemeliharaan daya beli masyarakat diharapkan mampu menyokong perputaran ekonomi domestik. Kondisi itu diproyeksikan dapat memicu pertumbuhan pada sektor belanja publik.

Pada kuartal I-2026, perusahaan mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 47,5 persen hingga mencapai Rp 398,78 miliar. Laba bersih perseroan juga terkerek naik 29,5 persen menjadi Rp 27,24 miliar jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Lonjakan konsumsi masyarakat terhadap produk pakaian selama momen Ramadan dan Lebaran menjadi pendorong utama raihan positif tersebut.

"Periode lebaran terjadi dalam periode kuartal I tahun 2026, serupa dengan lebaran di kuartal I tahun 2025, namun di tahun 2026 ini terlihat peningkatan antusiasme masyarakat dalam belanja produk fesyen, mencerminkan optimisme masyarakat terhadap ekonomi dalam negri," paparnya.

Guna mengantisipasi pembengkakan biaya impor material baku dan pelemahan nilai tukar rupiah, manajemen ZONE telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi khusus. Perusahaan fokus menaikkan produktivitas dan efisiensi, termasuk menjajaki opsi bahan baku alternatif dengan mutu yang setara.

Artikel terkait

Rekomendasi