Geoprima Solusi Bidik Laba Rp10,36 Miliar pada Tahun 2026

Geoprima Solusi Bidik Laba Rp10,36 Miliar pada Tahun 2026
Foto: Ilustrasi Geoprima Solusi Bidik Laba Rp10,36 Miliar pada Tahun 2026.

PT Geoprima Solusi Tbk. (GPSO) memproyeksikan pemulihan kinerja keuangan dengan target laba bersih sebesar Rp10,36 miliar pada tahun 2026 mendatang. Langkah ini diambil menyusul transformasi model bisnis secara menyeluruh pascaakuisisi oleh PT PIMSF Pulogadung yang merupakan bagian dari entitas Tjokro Group.

Dilansir dari Market, emiten berkode saham GPSO ini membidik total penjualan mencapai Rp92,47 miliar sepanjang 2026. Angka tersebut menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan realisasi pendapatan pada 2025 yang tercatat sebesar Rp5,49 miliar, sekaligus membalikkan posisi rugi bersih Rp3,18 miliar di tahun sebelumnya.

"Target tersebut mencerminkan upaya memperkuat kinerja operasional melalui peningkatan efisiensi serta optimalisasi kontribusi dari lini usaha utama," jelas manajemen GPSO.

Perubahan arah strategis perseroan mulai dijalankan setelah aksi korporasi pada 16 Oktober 2025, saat PT PIMSF Pulogadung resmi menguasai 45,45 persen saham GPSO. Di bawah kendali baru, perusahaan kini beralih fokus dari perdagangan besar mesin dan jasa survei menuju industri komponen mekanikal serta permesinan terpadu.

Perseroan berencana memperluas jangkauan bisnis ke sektor komponen sepeda motor, real estat, hingga perdagangan mesin industri. Strategi ini bertujuan membangun ekosistem solusi mekanikal satu pintu yang mengintegrasikan rantai pasok dari hulu ke hilir bagi kebutuhan pasar domestik.

Guna mendukung ekspansi tersebut, GPSO sedang memproses akuisisi aset tetap milik PT Jakarta Indah Casting di Bekasi. Aset ini mencakup lahan seluas 15.400 meter persegi serta fasilitas pabrik besi tuang guna memperkuat kapasitas produksi perseroan dalam waktu dekat.

Manajemen optimistis terhadap prospek ekonomi 2026 yang didorong oleh pembangunan infrastruktur dan transisi energi global. Di dalam negeri, percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti bendungan dan jalan tol dipandang sebagai peluang besar bagi penyediaan data serta peralatan survei perusahaan.

Katalis pertumbuhan tambahan diharapkan muncul dari meningkatnya permintaan efisiensi melalui digitalisasi di sektor pertambangan dan konstruksi. Melalui diversifikasi usaha dan penguatan teknologi, GPSO yakin dapat mencapai seluruh target kinerja yang telah ditetapkan dalam rencana jangka panjang tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi