Taksi Green SM Terlibat Kecelakaan Beruntun KA dan KRL di Bekasi

Taksi Green SM Terlibat Kecelakaan Beruntun KA dan KRL di Bekasi
Foto: Ilustrasi Taksi Green SM Terlibat Kecelakaan Beruntun KA dan KRL di Bekasi.

Insiden kecelakaan beruntun melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek, KRL, dan satu armada taksi Green SM terjadi di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) dekat Bulak Kapal, Stasiun Bekasi Timur, pada Senin malam, 27 April 2026. Peristiwa tragis ini mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.

Kecelakaan tersebut dipicu oleh sebuah armada taksi listrik yang menemper rangkaian KRL hingga menyebabkan kereta berhenti mendadak di perlintasan. Dilansir dari Suara, posisi KRL yang berhenti tersebut kemudian tertabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek yang sedang melaju kencang dari arah belakang.

Pihak manajemen Green SM Indonesia memberikan pernyataan resmi terkait dugaan keterlibatan salah satu unit kendaraan operasional mereka dalam musibah transportasi darat tersebut. Perusahaan menyatakan komitmennya untuk bersikap kooperatif dalam proses pemeriksaan hukum yang sedang berjalan.

"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," ungkap pihak manajemen Green SM Indonesia.

Green SM merupakan penyedia layanan transportasi berbasis mobil listrik asal Vietnam yang beroperasi di bawah naungan Green and Smart Mobility JSC. Perusahaan ini didirikan pada Maret 2023 oleh pimpinan Vingroup, Pham Nhat Vuong, yang menguasai 95 persen saham perusahaan tersebut.

Layanan taksi listrik ini mulai berekspansi ke pasar Indonesia sejak tahun 2024 dengan menggunakan armada VinFast. Selain fokus pada pertumbuhan global dan standar pelayanan bintang lima, kehadiran perusahaan ini bertujuan mendukung terciptanya ekosistem kendaraan ramah lingkungan di kawasan Asia Tenggara.

Struktur kepemimpinan di tingkat pusat dijabat oleh Pham Thu Hong sebagai ketua Dewan Direksi. Perusahaan mengklaim hanya menggunakan pengemudi profesional yang terlatih untuk mengoperasikan unit kendaraan listrik tanpa emisi gas buang tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi