Satu unit taksi listrik Green SM dilaporkan memicu kecelakaan beruntun yang melibatkan kereta Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026. Peristiwa tersebut diduga bermula saat mobil listrik model VinFast VF e34 berhenti di tengah rel hingga tertabrak kereta yang melintas.
Penyebab awal rangkaian kecelakaan ini melibatkan armada dari layanan Green SM, atau yang dikenal sebagai Xanh SM, menurut laporan yang dilansir dari Suara. Insiden mobil mogok di jalur perlintasan tersebut menjadi faktor utama yang mengakibatkan gangguan serius pada jadwal perjalanan kereta api di wilayah Bekasi.
Green SM merupakan penyedia jasa transportasi ramah lingkungan asal Vietnam yang menggunakan seluruh armada kendaraan listrik produksi VinFast. Perusahaan otomotif VinFast sendiri didirikan pada tahun 2017 oleh taipan Vietnam, Pham Nhat Vuong, dan telah berekspansi ke pasar Indonesia dengan membangun pabrik di Subang.
Pihak manajemen layanan transportasi tersebut akhirnya memberikan tanggapan setelah mendapatkan berbagai kritik mengenai keamanan armada mereka di media sosial. Pernyataan tertulis disampaikan melalui kanal komunikasi digital resmi perusahaan sehari setelah insiden terjadi.
"Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas." jelas manajemen melalui akun @id.greensm.
Manajemen menegaskan bahwa pihaknya bersikap kooperatif terhadap proses hukum yang berlaku. Langkah koordinasi dengan otoritas terkait telah dilakukan guna memastikan transparansi data demi kepentingan penyelidikan kecelakaan tersebut.
"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung." lanjut manajemen.
Pihak perusahaan juga menekankan komitmen mereka terhadap aspek keamanan penumpang dan operasional kendaraan di jalan raya. Evaluasi terhadap sistem pengawasan dan layanan diklaim akan dilakukan secara berkala untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan." tegas manajemen.
Penutupan keterangan resmi tersebut memberikan janji mengenai keterbukaan informasi kepada publik. Pihak Green SM menyatakan akan merilis data tambahan setelah mendapatkan fakta-fakta baru yang telah divalidasi oleh tim investigasi lapangan.
"Kami akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi." tutup manajemen.