Warga kota Chongqing, China, memberikan julukan unik Ferrari Kuning kepada armada taksi lokal yang beroperasi di wilayah pegunungan tersebut pada Sabtu, 18 April 2026. Penamaan ini merujuk pada ketangkasan para pengemudi dalam menembus kemacetan dan labirin beton kota.
Dilansir dari Detik Oto, seluruh armada taksi di kota ini memiliki keseragaman warna kuning menyala yang kontras dengan suasana perkotaan. Fenomena ini menarik perhatian wisatawan karena perbedaannya dengan variasi warna taksi di negara lain, termasuk Indonesia.
"Pernah membayangkan sebuah mobil harian sanggup menyandang predikat 'Ferrari'?" tanya narasi awal dalam laporan tersebut yang menggambarkan kekaguman publik terhadap performa kendaraan umum di sana.
Istilah ikonik ini dikonfirmasi oleh pihak industri otomotif yang sering beraktivitas di wilayah tersebut. Penyebutan tersebut sudah menjadi bagian dari identitas transportasi publik di kota yang memiliki kontur geografis ekstrem.
"Nih yang ikonik banget dari Chongqing. Biasanya disebut 'Ferrari Kuning'," ujar Arie Hermawan, Regional Deputy Chief of CHANGAN Automobile SEA.
Kecepatan luar biasa saat mengantar penumpang menjadi alasan utama di balik penyematan gelar tersebut. Para sopir dikenal memiliki keberanian tinggi saat membelah jalanan Chongqing yang terkenal sempit dan berbukit-bukit.
Rumor lokal menyebutkan bahwa kemampuan navigasi para sopir taksi kuning ini sering kali melampaui estimasi waktu yang diberikan oleh aplikasi pemetaan digital. Di tengah kompleksitas jalanan bertumpuk yang sering membingungkan GPS, para pengemudi tetap mampu melesat dengan efisien.
Meskipun memiliki julukan mobil sport mewah, kendaraan yang digunakan sebenarnya adalah model sedan Changan Eado. Sebagian besar armada kini telah beralih ke teknologi ramah lingkungan yang ditandai dengan penggunaan pelat nomor berwarna hijau untuk mobil listrik atau hibrida.
Kedisiplinan aturan tetap dijunjung tinggi oleh para pengemudi meski gaya berkendaranya tergolong agresif. Mereka secara ketat membatasi kapasitas angkut maksimal empat penumpang untuk setiap kendaraan jenis sedan tersebut.
Berdasarkan data dari iChongqing Info, layanan transportasi ini menetapkan tarif minimal sebesar 10 RMB atau sekitar Rp25.000. Untuk perjalanan selanjutnya, penumpang dikenakan biaya tambahan berkisar antara 2 hingga 3 CNY per kilometer yang setara dengan Rp5.000 sampai Rp7.000.