Insiden maut melibatkan KRL Commuter Line dengan kereta api Argo Bromo Anggrek di wilayah Bekasi Timur mengakibatkan 15 orang meninggal dunia. Peristiwa tragis ini juga menyebabkan 88 penumpang lainnya mengalami luka-luka akibat benturan keras antar rangkaian kereta tersebut.
Data mengenai jumlah korban jiwa dan luka-luka dalam tragedi transportasi ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono. Sebagaimana dilansir dari Kompas, otoritas terkait telah melakukan pendataan intensif terhadap seluruh manifes penumpang yang terdampak.
Proses evakuasi difokuskan pada area yang mengalami kerusakan paling parah dalam kecelakaan tersebut. Agus Harimurti Yudhoyono menyebut seluruh korban sudah berhasil dievakuasi dari gerbong khusus perempuan di KRL Commuter Line.
Hingga saat ini, para korban luka telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Penegasan mengenai rincian data korban kembali disampaikan oleh pihak kementerian guna memastikan informasi yang diterima masyarakat akurat.
Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan ada 15 korban meninggal dan 88 korban luka-luka.
Pihak berwenang masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti pertemuan dua rangkaian kereta di jalur yang sama tersebut. Fokus utama saat ini tetap pada pemulihan jalur rel agar operasional perjalanan kereta api dari dan menuju Bekasi dapat kembali normal.