Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur Telan Korban Jiwa

Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur Telan Korban Jiwa
Foto: Ilustrasi Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur Telan Korban Jiwa.

Insiden kecelakaan kereta api terjadi di Jalur 1 Stasiun Bekasi Timur yang melibatkan KA Argo Bromo dan rangkaian Commuter Line jurusan Jakarta-Cikarang pada Senin malam, 27 April 2026. Peristiwa nahas ini bermula saat KA Argo Bromo menabrak bagian belakang gerbong KRL tersebut.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari Suara, kecelakaan ini mengakibatkan belasan orang meninggal dunia dan puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban jiwa dan luka-luka dilaporkan berjenis kelamin perempuan karena benturan lokomotif mengenai gerbong khusus wanita.

Petugas gabungan telah mengevakuasi para korban ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Selain itu, sejumlah rumah sakit di sekitar Bekasi juga menjadi rujukan perawatan bagi para korban luka.

Beberapa fasilitas medis yang menangani korban antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii selaku pihak Basarnas memberikan keterangan terkait kondisi evakuasi di lokasi kejadian. Ia memastikan bahwa seluruh rangkaian kereta telah diperiksa secara menyeluruh oleh tim di lapangan.

"Dipastikan tidak ada korban yang masih terjebak di dalam rangkaian kereta, dan proses evakuasi dinyatakan selesai pada Selasa, 28 April 2026 ini," kata Mohammad Syafii.

Sementara itu, sebanyak 240 penumpang yang berada di dalam rangkaian KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan berada dalam kondisi selamat. Seluruh penumpang kereta jarak jauh tersebut telah berhasil dievakuasi dari lokasi insiden tanpa mengalami cedera serius.

Stasiun Bekasi Timur yang menjadi lokasi tabrakan ini merupakan fasilitas transportasi umum yang telah beroperasi sejak Oktober 2017. Peresmiannya kala itu dilakukan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada 7 Oktober 2017.

Pembangunan stasiun ini awalnya ditujukan sebagai solusi untuk memecah kepadatan penumpang di Stasiun Bekasi, terutama pada jam sibuk pagi dan malam hari. Stasiun ini berfungsi sebagai titik keberangkatan dan pemberhentian bagi warga di wilayah timur Bekasi menuju Jakarta maupun Cikarang.

Secara teknis, Stasiun Bekasi Timur masuk dalam kategori stasiun kereta api Kelas III dengan kode operasional BKST. Fasilitas ini memiliki ukuran yang relatif kecil dan hanya dilengkapi dengan dua jalur perlintasan kereta api utama.

Meskipun ukurannya terbatas, stasiun ini memiliki fasilitas penunjang seperti loket tiket Commuter Line, gerbang akses elektronik, serta concourse atau area aula luas yang bersifat serbaguna bagi para pengguna jasa kereta api.

Daftar Kereta Jarak Jauh yang Melintas

Sebagai bagian dari jalur utama lintas Jawa, Stasiun Bekasi Timur tidak hanya melayani KRL, tetapi juga menjadi jalur yang dilewati berbagai kereta api jarak jauh. Berikut adalah daftar rangkaian kereta yang rutin melintasi kawasan tersebut:

  • Argo Bromo
  • Taksaka
  • Purwojaya 54
  • Gunung Jati
  • Sembrani
  • Argo Parahyangan
  • Papandayan
  • Senja Utama
  • Fajar Utama

Selain melayani transportasi berbasis rel, stasiun ini juga terintegrasi dengan moda transportasi darat lainnya. Pengguna jasa dapat melanjutkan perjalanan menggunakan Transjakarta tujuan Terminal Bekasi hingga Stasiun LRT Cawang, Transjabodetabek Reguler, serta layanan Trans Beken.

Artikel terkait

Rekomendasi