Kabar membanggakan datang dari panggung esports dunia setelah T1 secara resmi mempublikasikan laporan keuangan mereka untuk tahun 2025. Organisasi asal Korea Selatan tersebut mencatatkan pencapaian luar biasa dengan pertumbuhan pendapatan tertinggi sepanjang masa.
Tidak hanya sekadar pertumbuhan, T1 juga berhasil mengantongi laba operasional untuk pertama kalinya sejak organisasi ini didirikan. Keberhasilan ini menjadi sejarah baru bagi T1 yang sebelumnya dikenal sebagai raksasa esports dengan nilai brand besar namun belum mampu meraih profit operasional.
Lonjakan Pendapatan Mencapai 81 Persen
Selama periode tahun 2025, T1 berhasil mengumpulkan pendapatan operasional mencapai 88,64 miliar won Korea atau setara dengan 58,62 juta dolar AS. Angka tersebut menunjukkan kenaikan yang sangat signifikan sebesar 80,8 persen jika dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya.
Pada tahun 2024, T1 masih mencatatkan kerugian operasional sebesar 8,85 miliar won yang cukup menjadi beban bagi organisasi. Namun, kondisi tersebut berbalik total pada 2025 setelah mereka sukses membukukan profit sebesar 2,51 miliar won.
Pencapaian ini membuktikan efektivitas perubahan strategi bisnis yang diterapkan oleh manajemen T1 dalam beberapa tahun terakhir. Kini, perusahaan tersebut telah resmi memasuki fase profitabilitas yang selama ini menjadi tantangan besar bagi banyak organisasi esports dunia.
Strategi Ekspansi Global Jadi Kunci Utama
Keberhasilan finansial yang diraih T1 tidak terlepas dari performa bisnis yang kuat di berbagai wilayah operasional mereka. Korea Selatan tetap menjadi pasar utama dengan kontribusi pendapatan mencapai 51,78 miliar won, atau naik 89,7 persen secara tahunan.
Menariknya, pertumbuhan paling pesat justru datang dari pasar Amerika yang melonjak hingga 93,5 persen dengan total 23,59 miliar won. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa brand T1 telah diterima secara luas oleh penggemar global di luar Asia.
Berikut adalah rincian kontribusi pendapatan T1 dari beberapa wilayah lainnya:
- Wilayah Asia (di luar Korea Selatan) menyumbangkan pendapatan sebesar 10,39 miliar won atau tumbuh 36,1 persen.
- Wilayah Eropa memberikan kontribusi sebesar 2,87 miliar won dengan peningkatan mencapai 51,3 persen.
Data tersebut mempertegas posisi T1 yang kini memiliki pilar pertumbuhan internasional yang sangat solid. Strategi ekspansi ke luar negeri terbukti menjadi motor penggerak utama dalam mendongkrak neraca keuangan perusahaan.
Penjualan Merchandise dan Sponsor Sebagai Sumber Cuan
Salah satu pendorong utama di balik melesatnya pendapatan T1 adalah sektor penjualan merchandise dan pendapatan langsung lainnya. Segmen ini tercatat menghasilkan 74,14 miliar won, sebuah angka yang meningkat 86,9 persen dibanding periode sebelumnya.
Sektor iklan dan kerja sama sponsorship juga tidak mau kalah dengan mencatatkan performa yang sangat impresif. Pendapatan dari kategori ini naik sebesar 55 persen dengan total nilai mencapai 14,51 miliar won sepanjang tahun 2025.
Ringkasan performa pertumbuhan sumber pendapatan T1 adalah sebagai berikut:
| Kategori Pendapatan | Total Pendapatan (Won) | Persentase Kenaikan |
|---|---|---|
| Merchandise & Penjualan Langsung | 74,14 Miliar | 86,9% |
| Iklan & Sponsorship | 14,51 Miliar | 55,0% |
| Total Pendapatan Operasional | 88,64 Miliar | 80,8% |
Tabel di atas menunjukkan betapa kuatnya dominasi penjualan produk fisik dalam struktur keuangan T1. Menariknya, dua mitra utama perusahaan bahkan memberikan dukungan dana lebih dari 10 miliar won dengan pertumbuhan nilai kontrak mencapai 150 hingga 200 persen.
Peningkatan Biaya Operasional dan Investasi Tim
Seiring dengan pertumbuhan bisnis yang masif, pengeluaran atau biaya operasional T1 juga ikut mengalami kenaikan. Biaya pengelolaan tim esports tercatat naik 25,5 persen menjadi 30,68 miliar won untuk mendukung gaji pemain dan kebutuhan fasilitas.
Selain itu, biaya produksi untuk kebutuhan merchandise melonjak drastis hingga 119 persen menjadi 20,60 miliar won. Kenaikan biaya ini dinilai wajar karena berbanding lurus dengan tingginya permintaan pasar terhadap produk-produk resmi tim.
Meskipun pengeluaran meningkat, manajemen T1 tetap mampu menjaga rasio keuangan yang sehat. Hal ini dikarenakan margin pertumbuhan pendapatan jauh lebih besar daripada kenaikan biaya operasional yang dikeluarkan.
Langkah Strategis Memperkuat Posisi Keuangan
Untuk semakin memantapkan fundamental keuangannya, T1 melakukan aksi korporasi dengan menerbitkan saham baru pada awal Maret 2026. Sebanyak 4.330 lembar saham baru dirilis dengan harga per lembar mencapai 2.630.162 won.
Melalui langkah ini, T1 berhasil mengumpulkan dana tambahan sebesar 11,39 miliar won atau sekitar 7,53 juta dolar AS. Dana segar ini dialokasikan untuk menutup akumulasi kerugian masa lalu yang sempat mencapai angka 74,12 miliar won.
Langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan stabilitas keuangan perusahaan dalam jangka panjang. Dengan berkurangnya beban kerugian lama, T1 kini memiliki ruang gerak yang lebih luas untuk melakukan investasi masa depan.
Era Baru dan Kebangkitan Industri Esports
Tahun 2025 resmi menjadi titik balik bagi perjalanan panjang T1 di industri kompetitif. Mereka tidak hanya berjaya di arena pertandingan, tetapi juga bertransformasi menjadi organisasi yang mandiri secara finansial.
Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bahwa industri esports global memiliki potensi bisnis yang sangat berkelanjutan. Model bisnis yang dijalankan T1 kini menjadi standar baru bagi organisasi lain yang ingin mencapai profitabilitas tanpa mengorbankan prestasi tim.
Kombinasi antara manajemen keuangan yang matang, daya tarik komersial yang tinggi, dan dukungan basis penggemar global yang loyal menjadi kunci sukses T1. Kini, mereka berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan status sebagai salah satu organisasi esports paling berpengaruh di dunia.