Bagi para penggemar video game, menghabiskan waktu ribuan jam untuk mengeksplorasi dunia virtual adalah hal yang lumrah. Fenomena ini juga dialami oleh Mamoru Oshii, sutradara legendaris di balik film ikonik Ghost in the Shell tahun 1995.
Dalam sebuah sesi wawancara untuk merayakan ulang tahun ke-30 karyanya tersebut, Oshii mengungkapkan kecintaannya pada Fallout 4. Ia mengaku telah mendedikasikan waktu yang luar biasa untuk game buatan Bethesda ini.
Dedikasi Ribuan Jam di Dunia Pasca-Kiamat
Oshii menyebutkan bahwa total waktu bermainnya di Fallout 4 telah melampaui angka 10 ribu jam. Secara rinci, ia menghabiskan 2 ribu jam melalui konsol PlayStation dan sisanya sebanyak 8 ribu jam di platform Steam.
Menurut sutradara kawakan ini, Fallout 4 seolah-olah dirancang khusus untuk memenuhi selera pribadinya. Ia sangat menyukai atmosfer kekerasan brutal yang dianggapnya sangat masuk akal dengan latar dunia setelah kehancuran nuklir.
Berikut adalah rincian pembagian waktu bermain Mamoru Oshii di berbagai platform:
| Platform | Waktu Bermain (Jam) |
|---|---|
| PlayStation | 2.000 Jam |
| Steam (PC) | 8.000 Jam |
| Total | 10.000+ Jam |
Tabel di atas menunjukkan betapa besarnya komitmen Oshii dalam mendalami game tersebut selama bertahun-tahun.
Gaya Bermain Unik Sebagai Penjelajah Tunggal
Meski memiliki waktu bermain yang sangat panjang, Oshii ternyata punya cara yang tidak biasa dalam menikmati game ini. Ia tidak tertarik menyelesaikan misi utama atau membangun pemukiman seperti kebanyakan pemain lainnya.
Sutradara ini lebih memilih peran sebagai seorang penyintas yang berkelana sendirian di padang tandus. Ia hanya membawa Dogmeat sebagai teman setia dan fokus pada kegiatan eksplorasi, menjarah barang, serta membasmi musuh.
Beberapa prinsip bermain unik yang dijalankan oleh Mamoru Oshii meliputi:
- Tidak pernah menyelesaikan misi utama (main quest).
- Menghindari bergabung dengan faksi atau organisasi manapun di dalam game.
- Tidak membangun sistem pemukiman atau settlement.
- Selalu bermain tanpa pendamping manusia (hanya ditemani Dogmeat).
Bagi Oshii, bertahan hidup hari demi hari di tengah gempuran musuh jauh lebih memuaskan daripada mengikuti alur cerita yang sudah ditentukan.
"Pemain Fallout 4 pada akhirnya akan dituntun ke akhir permainan dengan bergabung ke salah satu organisasi. Saya lebih memilih diserang Deathclaw atau menyerbu markas raider untuk mengambil jarahan mereka. Hidup seperti ini jauh lebih menyenangkan." — Mamoru Oshii
Kebencian Terhadap Faksi Tertentu
Satu hal menarik lainnya adalah rasa ketidaksukaannya yang mendalam terhadap faksi Brotherhood of Steel (BoS). Ia bahkan secara terang-terangan menyamakan kelompok militer tersebut dengan ideologi Nazi.
Setiap kali bertemu anggota BoS di perjalanan, Oshii tidak segan untuk menghabisi mereka semua. Ia kemudian mengumpulkan Power Armor milik mereka sebagai piala kemenangan di markas pribadinya yang terletak di Red Rocket.
Kisah ini membuktikan bahwa sebuah video game dapat memberikan pengalaman personal yang sangat mendalam, bahkan bagi seorang kreator film besar sekalipun.