Surya Paloh Mendorong Pemerintah Jaga Optimisme Hadapi Penurunan Rupiah

Surya Paloh Mendorong Pemerintah Jaga Optimisme Hadapi Penurunan Rupiah
Foto: Ilustrasi Surya Paloh Mendorong Pemerintah Jaga Optimisme Hadapi Penurunan Rupiah.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mendorong pemerintah untuk terus mempertahankan optimisme sebagai modal utama dalam menstabilkan nilai tukar rupiah yang sedang mengalami penurunan terhadap dollar AS di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Langkah menjaga optimisme tersebut dinilai sangat krusial bagi pemerintah dalam menghadapi situasi perekonomian saat ini, seperti dilansir dari Nasional.

"Selain optimisme, apalagi yang kita punya? Itu barangkali yang perlu kita pahami. Modal kita yang terakhir adalah optimisme itu sendiri. Lain saya pikir, kita tidak perlu berargumentasi, ya tinggal optimisme itu," ujar Paloh, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Politisi senior tersebut berharap agar semangat positif ini tidak hilang dalam upaya perbaikan ekonomi nasional.

"Kalaupun itu selesai, ya kita tidak punya apa-apa lagi. Tapi, mudah-mudahan kita masih bisa menjaga optimisme itu ya," sambung dia.

Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi seketika setelah Presiden Prabowo Subianto menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam juga mendapat tanggapan dari Paloh.

Ia mengharapkan pelemahan indeks saham tersebut hanya bersifat temporer, namun peninjauan ulang perlu dilakukan jika kondisi tersebut terus berlanjut.

"Ya mungkin kita harapkan itu hanya indikasi sementara saja. Tapi, kalau itu semakin turun terus-menerus, nah itu yang seperti saya katakan, ini perlu dievaluasi kembali," imbuh Paloh.

Di sisi lain, target stabilitas mata uang nasional telah dicanangkan oleh kepala negara untuk periode mendatang.

Presiden Prabowo Subianto berkomitmen menetapkan posisi nilai tukar mata uang garuda terhadap dollar AS pada rentang Rp 16.800 hingga Rp 17.500 untuk tahun 2027.

"Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat berada pada rentang Rp 16.800 hingga Rp 17.500," ujar Prabowo, dalam rapat paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Pemerintah juga merancang kebijakan strategis demi mengendalikan laju inflasi domestik.

"Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia, inflasi akan kami jaga tetap pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen," sambung Prabowo.

Artikel terkait

Rekomendasi