Data Survei Kesehatan Indonesia yang dirilis pada Sabtu (18/4/2026) menunjukkan sebanyak 96,7 persen penduduk Indonesia belum memenuhi standar anjuran konsumsi sayur dan buah harian. Angka tersebut masih berada jauh di bawah rekomendasi kesehatan yang menyarankan asupan dua hingga tiga porsi buah setiap hari.
Rendahnya angka konsumsi ini dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terhadap risiko kenaikan gula darah akibat rasa manis pada buah. Namun, dilansir dari Detik Health, kenaikan kadar gula darah tidak hanya dipengaruhi oleh rasa manis, melainkan bergantung pada kandungan serat, tingkat kematangan, dan porsi yang dikonsumsi.
Buah utuh seperti apel, pir, jeruk, stroberi, dan jambu biji cenderung memberikan kenaikan gula darah yang lebih bertahap karena memiliki indeks glikemik (IG) rendah hingga sedang. Kandungan serat dan air yang tinggi dalam buah-buahan tersebut berfungsi memperlambat penyerapan gula di dalam usus manusia.
Terdapat tujuh jenis buah yang memerlukan perhatian khusus dalam porsinya karena memiliki IG sedang hingga tinggi. Pepaya, anggur, nanas, mangga matang, pisang matang, semangka, dan durian dapat meningkatkan beban glikemik (GL) secara signifikan jika dimakan melebihi batas wajar 100 hingga 150 gram per porsi.
Metode konsumsi juga memengaruhi respons tubuh terhadap glukosa, di mana buah utuh dinilai lebih baik daripada jus buah yang telah kehilangan sebagian besar seratnya. Pengidap diabetes disarankan untuk lebih membatasi buah ber-IG tinggi karena efektivitas hormon insulin dalam mengatur kadar gula darah sudah menurun dibandingkan kondisi tubuh sehat.