Superbank Putuskan Tidak Bagikan Dividen Tahun Buku 2025

Superbank Putuskan Tidak Bagikan Dividen Tahun Buku 2025
Foto: Ilustrasi Superbank Putuskan Tidak Bagikan Dividen Tahun Buku 2025.

PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) menetapkan kebijakan untuk tidak menyetorkan dividen kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perdana emiten ini sejak resmi melantai di bursa.

Dilansir dari Money, agenda RUPST tersebut berlangsung pada Senin, 27 April 2026, di Jakarta. Pertemuan ini menjadi momen penting bagi perseroan yang baru saja melakukan Initial Public Offering (IPO) pada 17 Desember 2025 lalu.

Direktur Keuangan Superbank, Melisa Hendrawati, menjelaskan bahwa kebijakan ini berpijak pada regulasi Undang-undang Perseroan Terbatas (UU PT). Dalam aturan tersebut, pembagian dividen hanya diperbolehkan apabila perusahaan memiliki saldo laba yang positif.

"Maka dari itu, untuk tahun ini bank belum memiliki rencana untuk membagikan dividen di tahun ini," ujar Melisa dalam sesi konferensi pers di Jakarta.

Meskipun demikian, Melisa menambahkan bahwa rencana alokasi laba bersih untuk periode mendatang akan tetap mengacu pada prospektus perusahaan. Dokumen tersebut sebelumnya telah dipublikasikan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Tapi timeline ke depannya akan sangat align dengan apa yang kita paparkan di prospektus," tutur Melisa.

Berdasarkan isi prospektus, manajemen Superbank memiliki komitmen untuk membagikan dividen maksimal sebesar 85 persen dari laba bersih tahun berjalan. Syarat utamanya adalah perseroan harus mencatatkan saldo laba yang positif pada periode tersebut.

Kinerja Keuangan dan Alokasi Laba

Sepanjang tahun buku 2025, bank yang masuk dalam kategori KBMI 2 ini berhasil mengantongi laba bersih senilai Rp 99,68 miliar. Pencapaian ini menandai pembalikan kinerja setelah pada tahun sebelumnya perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 336,36 miliar.

Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, menyatakan bahwa seluruh perolehan laba bersih tahun 2025 akan difokuskan untuk memperkuat fondasi perusahaan. Dana tersebut dialokasikan untuk ekspansi bisnis jangka panjang.

"(Laba bersih 2025 akan digunakan) untuk mendukung pengembangan bisnis guna menghadirkan inovasi layanan yang semakin baik dan relevan bagi nasabah," kata Tigor.

Data Pertumbuhan Bisnis SUPA

Pertumbuhan laba bersih Superbank pada tahun lalu didorong oleh lonjakan Pendapatan Bunga Bersih yang mencapai Rp 1,6 triliun, atau tumbuh 160 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Sektor penyaluran kredit juga mencatatkan ekspansi yang signifikan dengan pertumbuhan sebesar 50 persen (yoy) menjadi Rp 9,6 triliun. Di sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) melonjak 139 persen (yoy) hingga menyentuh angka Rp 11,8 triliun.

Secara keseluruhan, total aset bank dengan kode saham SUPA ini tumbuh sebesar 87 persen (yoy) menjadi Rp 21,3 triliun. Angka ini mencerminkan tren ekspansi bisnis yang dijalankan secara sehat dan terukur oleh manajemen.

Artikel terkait

Rekomendasi