Superbank Catat Laba Sebelum Pajak Rp 143,3 Miliar Sepanjang 2025

Superbank Catat Laba Sebelum Pajak Rp 143,3 Miliar Sepanjang 2025
Foto: Ilustrasi Superbank Catat Laba Sebelum Pajak Rp 143,3 Miliar Sepanjang 2025.

PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) atau Superbank berhasil membukukan Laba Sebelum Pajak senilai Rp 143,3 miliar di sepanjang tahun 2025. Performa positif ini menjadi sorotan utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perdana perseroan.

Kenaikan laba tersebut dipicu oleh pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih yang melonjak drastis hingga 160 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY) menjadi Rp 1,6 triliun. Seperti dikutip dari Suara, ekspansi penyaluran kredit perusahaan juga mengalami penguatan sebesar 50 persen YoY.

Sisi pendanaan turut menunjukkan tren positif di mana Dana Pihak Ketiga (DPK) meroket 139 persen YoY hingga menyentuh angka Rp 11,8 triliun. Kondisi ini membawa total aset Superbank menembus Rp 21,3 triliun, atau tumbuh 87 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Presiden Direktur Superbank, Tigor M Siahaan, memberikan tanggapan mengenai pencapaian strategis ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari disiplin perusahaan dalam mengelola strategi digital berbasis ekosistem.

"Pencapaian kinerja di tahun 2025 mencerminkan keberhasilan strategi digital berbasis ekosistem yang kami jalankan secara disiplin. Ke depan, kami akan terus memperluas penetrasi layanan melalui kolaborasi strategis, mulai dari fitur OVO Nabung, Kartu Untung bersama KakaoBank, hingga integrasi Pinjaman Atur Sendiri di aplikasi Grab dan OVO," ujar Tigor.

Hingga memasuki bulan April 2026, bank digital ini telah berhasil menjaring lebih dari 6 juta nasabah. Aktivitas transaksi di platform mereka terpantau sangat aktif dengan catatan rata-rata melampaui 1 juta transaksi setiap hari.

Status perseroan kini telah naik kelas menjadi kategori KBMI 2 setelah melakukan penawaran umum perdana atau IPO. Manajemen berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi di dalam ekosistem strategis seperti Grab dan Emtek guna menghadirkan inovasi keuangan berkelanjutan.

Melalui penerapan prinsip manajemen risiko yang ketat, Superbank memproyeksikan pertumbuhan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat penetrasi inklusi keuangan di tanah air melalui sistem digital yang terintegrasi.

Artikel terkait

Rekomendasi