PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) membukukan laba bersih senilai Rp 191,88 miliar sepanjang tahun 2025, angka yang merefleksikan 112 persen dari revisi target tahunan meskipun secara tahunan mengalami penurunan sebesar 7 persen. Dilansir dari Investortrust, penurunan laba ini menyusul penyusutan pendapatan usaha dari Rp 1,04 triliun pada 2024 menjadi Rp 982,38 miliar pada 2025.
Kinerja laba bruto perusahaan juga tercatat menurun menjadi Rp 312,37 miliar dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp 320,99 miliar. Penurunan pendapatan tersebut utamanya dipicu oleh rendahnya volume penjualan OCTG casing, walau volume penjualan OCTG tubing justru menunjukkan tren peningkatan.
Sisi neraca perusahaan menunjukkan penguatan dengan total ekuitas meningkat 10 persen menjadi Rp 863 miliar setelah pembagian dividen Rp 50 miliar dan aksi beli kembali saham sebesar Rp 70 miliar. Dari aspek likuiditas, SUNI mencatatkan arus kas operasional positif sebesar Rp 93 miliar dengan rasio utang terhadap ekuitas (DER) terjaga pada level 0,30 kali.
Direktur Utama Sunindo Pratama (SUNI) Willy Johan Chandra menegaskan bahwa perusahaan tetap berada pada jalur pertumbuhan strategis dengan capaian laba yang dinilai masih cukup solid.
ÔÇ£Rata-rata penjualan maupun laba dalam beberapa tahun terakhir masih cukup baik dan berada dalam koridor rencana strategis Perseroan. Perolehan laba yang signifikan selama dua tahun terakhir juga mendukung pembiayaan pembangunan pabrik ke-2 RTM serta kemampuan Perseroan dalam membagikan dividen,ÔÇØ ujar Willy Johan Chandra, Direktur Utama Sunindo Pratama (SUNI).
Manajemen kini tengah memfokuskan peningkatkan kapasitas produksi melalui anak usaha RTM dengan target operasional pabrik kedua pada semester II-2026. Penambahan kapasitas ini diharapkan dapat mengamankan ketersediaan OCTG tubing secara nasional serta mengoptimalkan kinerja finansial di masa mendatang.
Direktur Operasional SUNI Bambang Prihandono menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan uji coba produksi pada fasilitas baru tersebut dengan hasil yang memuaskan.
Direktur Keuangan SUNI Freddy Soejandy menambahkan bahwa realisasi belanja modal pada tahun 2025 banyak dialokasikan untuk penyelesaian infrastruktur pabrik.
ÔÇ£Sepanjang tahun 2025, perseroan telah merealisasikan belanja modal sekitar Rp 190 miliar untuk menyelesaikan pembangunan pabrik ke-2 RTM. Ke depan, kebutuhan capex tidak akan sebesar tahun-tahun sebelumnya,ÔÇØ jelas Freddy Soejandy, Direktur Keuangan SUNI.