Elisha Goldstein Ungkap Strategi Psikologis Kelola Overthinking

Elisha Goldstein Ungkap Strategi Psikologis Kelola Overthinking
Foto: Ilustrasi Elisha Goldstein Ungkap Strategi Psikologis Kelola Overthinking.

Psikolog dan praktisi mindfulness Elisha Goldstein membagikan langkah-langkah strategis untuk mengatasi kebiasaan berpikir berlebihan atau overthinking yang kerap memicu kecemasan pada Senin (20/4/2026). Dilansir dari Lifestyle, kondisi mental ini sering kali menghambat aktivitas harian hingga menurunkan kualitas istirahat seseorang.

Elisha Goldstein menjelaskan bahwa dorongan untuk segera menghilangkan rasa tidak nyaman justru menjadi pemicu utama pikiran bising. Pola pikir yang terburu-buru dalam menyelesaikan masalah emosional sering kali menjadi bumerang bagi ketenangan jiwa.

"Kita sering mikir harus ÔÇ£memperbaiki hidupÔÇØ dulu baru bisa tenang. Padahal, ketenangan datang dari cara kita mengelola perasaan di saat itu juga," ungkap Elisha Goldstein, Psikolog dan Praktisi Mindfulness.

Goldstein menekankan pentingnya menyadari fenomena urgency bias, yaitu perasaan bahwa segala sesuatu harus segera diselesaikan. Ia menyarankan agar individu memberikan jeda sebelum bereaksi terhadap pikiran yang muncul secara instan.

Langkah selanjutnya melibatkan kemampuan untuk mengenali serta memberi nama pada emosi yang sedang dirasakan. Identifikasi terhadap rasa takut, cemas, atau khawatir membantu otak memproses perasaan secara lebih terstruktur dibandingkan hanya larut dalam pikiran berulang.

Praktik mindfulness juga mencakup keberanian untuk merasakan emosi tanpa upaya menghindar. Menurut pandangan psikologis, membiarkan diri merasakan emosi tanpa penolakan akan membuat perasaan tersebut mereda dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.

Pada tahap akhir, Goldstein mengingatkan bahwa perasaan cemas adalah respons manusiawi yang sangat umum terjadi pada banyak orang. Kesadaran bahwa kondisi ini bukan merupakan tanda kelemahan diharapkan dapat mengurangi tekanan pada diri sendiri.

Artikel terkait

Rekomendasi