Steam Tarik Penjualan Game Bohrdom Milik Pelaku Penembakan Trump

Steam Tarik Penjualan Game Bohrdom Milik Pelaku Penembakan Trump
Foto: Ilustrasi Steam Tarik Penjualan Game Bohrdom Milik Pelaku Penembakan Trump.

Platform distribusi game Steam resmi menarik penjualan game PC berjudul Bohrdom setelah pengembangnya, Cole Tomas Allen, ditangkap terkait aksi penembakan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (30/4/2026) di Washington Hilton.

Dilansir dari Detik iNET, game tersebut saat ini sudah tidak dapat dibeli oleh pengguna meskipun halamannya masih tersedia di platform milik Valve. Penarikan ini dilakukan setelah forum diskusi dan ulasan game tersebut dibanjiri opini politik serta lelucon dari para gamer pada Sabtu dan Minggu pascakejadian.

Bohrdom yang dirilis pertama kali pada 2018 merupakan game pertarungan asimetris non-kekerasan yang menggabungkan elemen tembak-menembak dan balapan dengan tema interaksi atom. Sebelum insiden penembakan ini mencuat, game karya warga Torrance, California tersebut dinilai tidak sukses karena hanya memiliki jumlah pemain tertinggi sebanyak dua orang.

Aparat keamanan mengamankan Allen di area hotel tepat sebelum Trump dijadwalkan menyampaikan pidato dalam acara White House Correspondents' Dinner. Pihak kepolisian mengidentifikasi Allen sebagai pelaku tunggal atau lone actor yang tidak memiliki indikasi keterkaitan dengan jaringan teroris mana pun.

Dalam keterangannya usai insiden tersebut, Donald Trump mengungkapkan bahwa seorang agen Secret Service menjadi sasaran tembakan namun berhasil selamat. Trump juga memberikan apresiasi kepada petugas keamanan yang bertugas di lokasi kejadian.

"Agen itu diselamatkan oleh rompi antipeluru. Ia dalam kondisi baik dan kuat. Kami sangat berterima kasih kepada para pahlawan kita," ujar Trump.

Tidak ada laporan mengenai korban jiwa lain atau cedera tambahan akibat peristiwa di ibu kota Amerika Serikat tersebut. Saat ini, pelaku telah dibawa ke rumah sakit guna menjalani evaluasi kesehatan mental oleh otoritas setempat, sementara pihak Valve belum memberikan pernyataan resmi mengenai status game tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi