Segmen Rumah Kecil dan Menengah Topang Stabilitas Pasar Properti 2026

Segmen Rumah Kecil dan Menengah Topang Stabilitas Pasar Properti 2026
Foto: Ilustrasi Segmen Rumah Kecil dan Menengah Topang Stabilitas Pasar Properti 2026.

Sektor properti nasional menunjukkan ketahanan pada kuartal I-2026 dengan pergerakan harga yang stabil di tengah tantangan eksternal dan kondisi musiman. Berdasarkan data Pinhome Home Sell Index (PHSI), rumah segmen kecil serta menengah menjadi penggerak utama pasar saat kategori hunian mewah mengalami perlambatan.

Dilansir dari Kompas pada Selasa (05/05/2026), Indeks Harga Jual Rumah Nasional tercatat hanya terkoreksi tipis sebesar -0,1 persen, baik secara kuartalan (QoQ) maupun tahunan (YoY). Stabilitas ini ditopang oleh pertumbuhan pada tipe hunian di bawah atau sama dengan 54 yang naik 0,3 persen secara kuartalan.

Data tersebut juga merinci bahwa rumah tipe 121-200 mengalami kenaikan harga sebesar 0,5 persen secara kuartalan. Secara tahunan, tipe 55-120 tercatat tumbuh 0,6 persen, sementara rumah tipe Ôëñ54 mengalami peningkatan sebesar 1 persen.

CEO dan Founder Pinhome, Dayu Dara Permata, menjelaskan bahwa faktor keterjangkauan harga menjadi alasan utama mengapa segmen ini tetap diminati oleh masyarakat. Hal ini berbanding terbalik dengan segmen rumah besar (tipe 201) yang justru terkoreksi 0,7 persen secara tahunan akibat sikap hati-hati kalangan konsumen kelas atas.

"Segmen rumah kecil dan menengah menjadi penopang pertumbuhan pasar, didorong oleh keterjangkauan dan kebutuhan hunian dasar yang menjaga permintaan tetap stabil," ujar Dara, CEO dan Founder Pinhome.

Penjelasan tersebut diperkuat dengan temuan lapangan di kawasan regional di mana Jakarta Utara mencatat kenaikan harga tipe 121-200 sebesar 3 persen di Cilincing. Di sisi lain, wilayah penyangga seperti Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Tangerang mencatatkan pertumbuhan signifikan hingga 4 persen pada segmen rumah menengah.

"Pasar sewa di beberapa kota di Indonesia juga masih memperlihatkan ketahanan dengan penurunan terbatas," ujar Dara, CEO dan Founder Pinhome.

Pada sektor penyewaan, Pinhome Home Rental Index (PHRI) menunjukkan tren positif terutama pada hunian di kawasan pusat bisnis Jakarta. Kenaikan harga sewa tertinggi terjadi di Jakarta Pusat untuk tipe 55-120 yang mencapai 5 persen, dipicu oleh meningkatnya tingkat hunian perkantoran dan ekspansi kawasan komersial seperti di Tangerang Raya.

Artikel terkait

Rekomendasi