Spotify memperkenalkan fitur baru bernama Party of the Year(s) yang memungkinkan pengguna melihat kembali riwayat streaming mereka selama bertahun-tahun. Kehadiran fitur ini sekaligus menjadi penanda perayaan ulang tahun ke-20 platform streaming musik tersebut.
Meskipun layanan musik ini secara resmi meluncur pada 2008, perusahaan asal Swedia tersebut sebenarnya sudah berdiri sejak 2006. Dilansir dari Detik iNET, fitur ini memiliki konsep yang serupa dengan Spotify Wrapped yang rutin dirilis setiap akhir tahun.
Berbeda dengan Wrapped yang fokus pada satu tahun kalender, Party of the Year(s) mencakup rentang waktu yang jauh lebih luas. Kendati demikian, statistik yang disajikan dalam fitur ini tidak sedetail laporan tahunan Wrapped pada umumnya.
Beberapa poin informasi yang ditampilkan kepada pengguna meliputi tanggal pertama kali bergabung dengan Spotify. Selain itu, pengguna dapat melihat jumlah total lagu unik yang pernah didengar serta lagu pertama yang mereka putar di platform tersebut.
Fitur ini juga merangkum musisi yang paling sering didengarkan oleh pengguna sepanjang masa. Sebagai pelengkap, Spotify menyediakan infografis khusus yang dapat dibagikan langsung ke berbagai platform media sosial atau dikirim ke teman.
Pengguna akan mendapatkan playlist personal bertajuk 'Your All-Time Top Songs'. Playlist tersebut berisi 120 lagu yang paling sering diputar, lengkap dengan rincian jumlah pemutaran untuk setiap lagu di dalamnya.
Untuk saat ini, akses fitur Party of the Year(s) terbatas pada aplikasi Spotify di perangkat mobile dan belum tersedia untuk versi web player. Layanan ini sudah menjangkau pengguna di 144 negara dengan dukungan 16 bahasa yang berbeda.
Seluruh pengguna Spotify, baik pemegang akun gratis maupun pelanggan Premium, dapat menikmati fitur ini. Cara mengaksesnya cukup dengan mengetuk banner yang muncul di bagian atas aplikasi atau melalui kolom pencarian dengan kata kunci 'Spotify 20'.
Peluncuran ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan dua dekade Spotify yang telah dimulai sejak bulan lalu. Sebelumnya, platform ini membagikan data kolektif mengenai pola konsumsi audio para penggunanya secara global.
Berdasarkan data perusahaan, pengguna secara keseluruhan telah mendengarkan audio selama lebih dari 1,2 triliun jam. Dalam sejarah Spotify, lagu 'Blinding Lights' dari The Weeknd tercatat sebagai karya yang paling banyak didengarkan.
Posisi lagu terpopuler lainnya ditempati oleh 'Shape of You' milik Ed Sheeran. Selain itu, lagu 'Sweater Weather' dari grup musik The Neighbourhood juga masuk dalam jajaran konten yang paling sering diputar oleh pendengar di seluruh dunia.